
Manado, BeritaManado.com — Harapan akan kemajuan Sulawesi Utara (Sulut) di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 terus berdatangan.
Masyarakat Sulut yang berkecimpung dalam sektor pertambangan rakyat salah satu yang menitipkan harapan di tengah euforia hari lahir Bumi Nyiur Melambai, Kamis (23/9/2021) kemarin.
Jems Julius Tuuk selaku Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Sulut kepada BeritaManado.com mengakui saat ini Sulut terus bergerak maju tetapi masih ada yang tertinggal atau belum tereksekusi.
“Wilayah pertambangan. Rakyat Sulut yang bekerja di sektor tambang rakyat ditambah dengan keluarga mereka ada sekitaran 500 ribu orang,” tegas Jems Tuuk.
Di HUT ke-57 Sulut ini, Tuuk mewakili ratusan ribu rakyat penambang tersebut tetap berharap, meminta dan memohon kepada pemerintah untuk mengeksekusi apa yang tertinggal tersebut.
“Gubernur Sulur dan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden supaya segera mengeluarkan dan menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) setelah itu menetapkan izin pertambangan rakyat,” katanya.
Sebab, lanjut Tuuk yang juga legislator Sulut ini, hal itu sebagai amanat undang-undang.
“Juga sesuai keputusan Mahkama Konstitusi di dalam uji undang-undang nomor 4 tahun 2009 didalam setiap penetapan IUP kontrak karya yang wajib didahulukan adalah WPR,” tutupnya.
(AnggawiryaMega)
