MANADO – Staf Khusus Bidang Investasi Pemprov Sulut, Jackson Kumaat, mengatakan, pihaknya telah berupaya menawarkan Cap Tikus kepada pelaku usaha nasional maupun internasional.
“Setiap kali mengadakan perjalanan dinas maupun pribadi, kita selalu tawarkan, bahwa Sulut punya produk khas ini. Paling baru saya ke Jakarta, Singapura, Hongkong, dan Jepang, kita tawarkan ke mereka,” kata pria yang akrab disapa Jacko, Selasa (27/3).
Kumaat, mengatakan, pemasaran Cap Tikus sejauh ini dapat dibilang konvensional karena hasil produksi pengusaha minuman keras lokal selalu habis diserap pasar lokal. Kalaupun ada, hanya sebagian kecil yang dipasarkan ke luar daerah seperti Papua dan Kalimantan.
“Itulah, kita terus mendorong, bagaimana para ‘pemain lama’ yakni para pengusaha dan pedagang meningkatkan volume produksi dan berani ekspansi bisnis, semisal go nasional, pasarkan Cap Tikus berlabel atau hasil olahan Cap Tikus lainnya, jangan cuma di Manado,” katanya.
“Persoalannya, dengan pemasaran yang ada saat ini mereka sudah cukup puas. Dengan cara pemasaran seperti itu saja sudah laku. Buat apa harus investasi lagi,” tambah Jacko.
Kata dia, pemerintah selalu menawarkan investasi produk Cap Tikus ke pengusaha nasional dan internasional dengan tujuan agar minuman ini bisa dipasarkan secara modern dan berlabel. Agar Cap Tikus dikenal luas, kata dia, memang perlu investasi tambahan. “Kita selalu buka pintu untuk itu. Jika regulasinya diikuti, bermanfaat dan meningkatkan income dan derajat hidup petani, silakan,” katanya.(jor)
