
Bitung – Sejumlah ASN Pemkot Bitung mempersoalkan pemotongan gaji dengan dalih iuran KORPRI setiap bulan.
Pasalnya, pemotongan iuran KORPRI itu dianggap tak jelas pertanggungjawabannya dan penggunaannya tidak transparan.
“Kami keberatan karena belajar dari tahun-tahun sebelumnya, iuran yang rutin dipotong dari gaji tidak jelas pertanggungjawabannya,” kata sejumlah ASN beberapa waktu lalu.
Apalagi kata para ASN, masalah iuran KORPRI pernah menjadi kasus hukum hingga tak jelas kemana dana-dana yang telah dipotong dari gaji ribuan ASN Pemkot Bitung.
“Sampai sekarang kami tidak pernah menerima laporan pemotongan,” katanya.
Untuk itu, para ASN berharap pengurus Dewan KORPRI Pemkot Bitung harus terbuka soal iuran dan digunakan untuk apa.
“Kami sudah beberapa kali mengecek, tapi ternyata sampai sekarang laporannya belum diserahkan. Kami khawatir ini akan berujung masalah dan kami yang dirugikan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan KORPRI Pemkot Bitung, James Lumenta membenarkan jika laporan pemotongan belum pernah diberikan.
“Sampai sekarang memang belum dibuat. Pak Sekda sebagai ketua Dewan KORPRI sudah pernah mengingatkan ini. Ini tugas dari bendahara. Harusnya dia sudah melaksanakan itu,” kata James.
Pun demikian, James menjamin tidak ada permasalahan yang muncul dan memastikan pemanfaatan iuran KORPRI sesuai ketentuan.
“Cuma laporan saja yang belum ada. Tapi untuk kegiatan semua terlaksana dengan baik. Contohnya untuk pemberian dana duka, kita rutin menyalurkannya,” katanya.
(abinenobm)
