
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mina Bahari II itu menjadi momen penting bagi Pemkab Sangihe untuk menyuarakan kebutuhan nelayan di daerah kepulauan terluar. Rombongan diterima Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI, Ridwan Mulyana.
Bupati Michael Thungari didampingi Wakil Ketua II DPRD Marvein Hontong, Asisten I Johanis Pilat, Kepala Dinas Perikanan Muchaerany Labora, Kepala Dinas Kominfo Ronald Lumiu, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Michael memaparkan kondisi riil sektor perikanan di Sangihe. Ia menyoroti berkurangnya dukungan bantuan pemerintah pusat dalam setahun terakhir yang cukup berdampak terhadap aktivitas nelayan.
“Perikanan adalah tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir kami. Karena itu, dukungan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sangihe mengajukan proposal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan lahan strategis di Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna.
Selain lokasi yang representatif, kesiapan kelembagaan pengelola serta potensi produksi tangkap di wilayah tersebut dinilai sangat menjanjikan.
Kepala Dinas Perikanan Sangihe, Muchaerany Labora, menjelaskan dokumen usulan telah diterima secara resmi dan masuk dalam sistem pendaftaran kementerian. Dalam waktu dekat, tim teknis KKP dijadwalkan turun melakukan survei lapangan.
“Kami optimistis, jika program ini terealisasi, dampaknya akan besar terhadap peningkatan nilai tambah hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
Langkah lobi yang dilakukan Bupati Michael ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Sangihe untuk memastikan sektor perikanan mendapat perhatian serius pemerintah pusat.
Harapannya, sektor ini semakin kuat dan mampu menopang ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
(Ivan)
