
Modoinding--Musim kemarau panjang yang melanda Minsel ini, banyak kejadian kebakaran rumah. Sayangnya, Penkab Minsel tak lagi bersandar pada kendaraan mobil pemadam kebakaran (Damkar). Lantaran, dua unit Damkar di Pemkab Minsel sudah rusak. Bahkan, tak bisa beroperasi lagi.
‘’Selang satu minggu ini, kebakaran di Kecamatan Modoinding sudah dua rumah rata tanah. Sayangnya, tak ada mobil Damkar untuk membantu memadamkan api tersebut. Kalau juga warga bersatu, belum tentu bisa menyelematkan amukan api di dua rumah berbeda tersebut,’’ tanya Jonnes Kaseger, SE anggota DPRD Minsel kepada BeritaManado.com tadi.
Menurut legislator daerah pemilihan (Dapil) 1 ini, kalau perlu lantaran Minsel memiliki 17 kecamatan. Maka, kalau pun bisa diusulkan setiap kecamatan harus ada 1 unit damkar. Memang demikian, untuk pengadaan mobil damkar bukan kecil.
‘’Dananya sangat besar sekali. Tinggal bagaimana, Pemkab Minsel mengatur anggaran dan bantuan pemerintah pusat soal pembangunan Minsel. Kalau juga bisa, kenapa tidak bisa. Ini juga untuk keselamatan Minsel. Boleh dikata, ini terlalu muluk. Sedangkan untuk Minsel saja belum bisa. Tetapi, ini juga untuk kedepan,’’ tegas Kaseger, yang juga Sekretaris Fraksi Pelangi Minsel ini.
Kata Kaseger lagi, semuanya tinggal bagaimana Pemkab Minsel menyikapi usulan diatas. ‘’Memang, belum sekarang. Tetapi, biarlah hal diatas akan terlaksana ditahun-tahun kedepan. Sebab, ini untuk kemakmuran rakyat Minsel,’’ pungkasnya. (and)
