Berita Utama

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Tiba Cepat dan Lebih Kering, Warga Diminta Antisipasi

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Tiba Cepat dan Lebih Kering, Warga Diminta Antisipasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal, dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Foto: Ilustrasi


BeritaManado.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal, dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, prediksi itu dipaparkan dalam konferensi pers BMKG di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan musim kali ini adalah berakhirnya fenomena La Niña pada Februari 2026.

Fenomena ini telah bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju fase El Niño pada pertengahan tahun, yang cenderung berdampak pada penurunan curah hujan secara nasional.

BMKG mencatat musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada April 2026.

Sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% dari total wilayah Indonesia diperkirakan sudah masuk fase kemarau pada bulan itu terutama di bagian pesisir utara Jawa bagian barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta wilayah Nusa Tenggara Barat dan Timur.

Tahap berikutnya akan menyusul pada Mei dan Juni 2026 di banyak zona lainnya.

Secara total, sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5% wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya, sementara sebagian wilayah lainnya masih mengikuti jadwal musim kemarau normal.

BMKG juga memperingatkan bahwa selama musim kemarau berlangsung, curah hujan diperkirakan berada di bawah ambang normal di sebagian besar wilayah, dengan sekitar 64,5% zona musim mencatat akumulasi hujan di bawah normal.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.

Dengan perubahan pola musim dan potensi cuaca yang lebih ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah mitigasi risiko termasuk pengelolaan sumber daya air, penyesuaian jadwal tanam bagi petani, serta antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara