
Sudah 699 gempabumi susulan (aftershock) tercatat sejak gempa utama M7.6 mengguncang Pulau Batang Dua, Maluku Utara dan rangkaian itu belum berhenti. Sabtu dini hari, 4 April 2026 pukul 04.19 WIB, satu lagi susulan dengan magnitudo M4,8 kembali mengguncang wilayah Pantai Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.
BMKG memastikan gempa susulan terbaru ini tidak berpotensi tsunami.
Getaran terasa hingga Bitung dengan skala intensitas II MMI seperti getaran ketika truk besar melintas di depan rumah.
Cukup untuk membuat warga terbangun di tengah malam, namun belum sampai menimbulkan kerusakan.
699 Susulan Sejak Gempa M7.6 Dua Hari Lalu
Episenter gempa Sabtu dini hari ini terletak di koordinat 1,55° LU; 126,37° BT di laut, sekitar 133 km arah Barat Laut Jailolo, Maluku Utara pada kedalaman 10 km.
BMKG mengklasifikasikannya sebagai gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa ini adalah bagian dari rangkaian panjang susulan pascagempa M7.6 yang mengguncang Pulau Batang Dua pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB.
Hingga pukul 04.00 WIB tadi, [Jenazah korban Gempa M 7,6 yang tertimpa reruntuhan kanopi Gedung KONI Sario Manado] total susulan yang terekam mencapai 699 kejadian — dengan magnitudo terbesar M5,8 dan terkecil M1,7.
Angka itu terus bertambah.
BMKG: Pantau Hanya dari Sumber Resmi
Di tengah ramainya informasi beredar di media sosial, BMKG mengingatkan masyarakat untuk hanya memercayai informasi dari kanal resmi yang telah terverifikasi.
Sumber resmi BMKG yang dapat diakses antara lain akun Instagram/Twitter @infoBMKG, situs web bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram @InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile wrs-bmkg dan infobmkg di iOS maupun Android.
Informasi ini dirilis oleh Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc, [INTERNAL LINK: update gempa M7.6 Sulawesi Utara BMKG] dari Jakarta pada Sabtu, 4 April 2026.
Rentetan 699 susulan dalam kurang dari 48 jam menjadi pengingat keras: wilayah Maluku Utara dan sekitarnya masih dalam periode aktivitas seismik tinggi yang belum mereda.
