Berita Utama

484 Susulan Pasca M7.6, M5,2 Kembali Hantam Bitung

Wali Kota Bitung Hengky Honandar tinjau longsor Manembo-Manembo Tengah pascagempa M7.6 Sulawesi Utara
Wali Kota Bitung Hengky Honandar turun langsung meninjau lokasi longsor di Kelurahan Manembo-Manembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, pascagempa M7.6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada 2 April 2026.

Penulis: Tim Redaksi

Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat, 3 April 2026 pukul 11.42 WIB – kali ini berkekuatan M5,2, berpusat di laut 126 km arah Timur Laut Bitung, kedalaman 19 km. BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Episenter tercatat di koordinat 1,56° LU; 126,25° BT. Parameter magnitudo diperbarui menjadi M5,0. Analisis mekanisme sumber BMKG menunjukkan pergerakan sesar naik (thrust fault) — karakteristik khas gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi di zona ini.

Guncangan dirasakan di Batang Dua dan Ternate pada skala intensitas III MMI: getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada kerusakan yang dilaporkan.

484 Gempa Susulan Tercatat, Terkuat M5,8 Sejak M7.6 Mengguncang

Gempa siang ini bukan peristiwa tunggal. BMKG mengonfirmasi ini merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa utama M7.6 yang mengguncang Pulau Batang Dua pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB – gempa yang sempat memicu peringatan tsunami dan kepanikan di Sulawesi Utara.

Angkanya terus bertambah: hingga pukul 11.55 WIB hari ini, BMKG telah merekam 484 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,8 dan terkecil M1,7. Aktivitas seismik yang belum mereda ini mencerminkan zona Subduksi Lempeng Laut Maluku masih aktif melakukan penyesuaian tektonik.

Thrust Fault dan Zona Subduksi yang Belum Stabil

Mekanisme thrust fault yang teridentifikasi pada gempa M5,2 ini konsisten dengan karakteristik tektonik kawasan Laut Maluku Utara – zona tumbukan lempeng yang menjadi salah satu sumber gempa paling produktif di Indonesia timur.

Penanganan dampak gempa M7.6 di Bitung dan Manado masih berlangsung, dengan TNI Kodam XIII/Merdeka yang terus mengerahkan personel untuk evakuasi dan pendataan kerusakan. Di tengah proses pemulihan itu, ratusan gempa susulan – kini mencapai 484 kejadian – menjadi pengingat bahwa ancaman belum benar-benar berlalu.

Masyarakat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara diimbau tetap waspada dan hanya mengakses informasi resmi BMKG melalui Instagram/Twitter @infoBMKG, website bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram t.me/InaTEWS_BMKG, serta aplikasi wrs-bmkg atau infobmkg di iOS dan Android.

Selama lempeng Laut Maluku belum sepenuhnya stabil, angka 484 itu bisa saja belum menjadi angka terakhir.

Gempa M7.6 Picu Longsor di Bitung, Hengky Honandar Turun ke Lokasi

Dampak gempa M7.6 tidak berhenti pada guncangan semata. Di Kota Bitung, bencana ikutan muncul dalam bentuk longsor di Kelurahan Manembo-Manembo Tengah, Kecamatan Matuari — dan Pemerintah Kota Bitung bergerak cepat meresponsnya.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar turun langsung ke lokasi longsor pada Jumat (3/4/2026), didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Bitung, unsur TNI, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Matuari.

Kehadiran langsung orang nomor satu di Bitung itu menjadi sinyal bahwa penanganan bencana pascagempa tidak sekadar dikelola dari meja.

Langkah cepat Hengky Honandar ini selaras dengan respons yang juga ditunjukkan di tingkat provinsi dan TNI — mempertegas bahwa seluruh lini pemerintahan bergerak terpadu menghadapi dampak gempa yang kini sudah meninggalkan 484 gempa susulan dan satu korban jiwa di Manado.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara