“Rio juga merupakan anak gubernur, yang juga ketua PDIP Sulut dan pak James Sumendap praktis didukung Panji Yosua GMIM,” jelas Ferry.
Di sisi lain, Ferry menilai belum menonjolnya perolehan suara Gerindra di Sulut bisa jadi karena line up dalam komposisi caleg belum memiliki nama besar seperti PDIP.
Ferry pun menyarankan, ke depan perlu dilakukan semacam konvensi di internal parpol untuk menentukan capres yang diusung.
Konvensi adalah mekanisme penentuan bakal calon presiden oleh parpol.
Ferry menerangkan, hasil konvensi dapat menjadi dasar bagi parpol.
Menurut Ferry, perihal keputusan penetapan bakal capres yang menjadi hak preogratif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, bisa saja merupakan pemicu kekalahan Ganjar Pranowo.
Sebab, tegas Ferry, bukan tidak mungkin di internal elit-elit besar PDIP, ada yang tidak menghendaki Ganjar menjadi capres.
Ia menambahkan, tidak adanya konvensi di internal PDIP dengan melibatkan anggota, kader dan simpatisan, dapat membuat pemilih akar rumput berbeda pilihan.
“Bisa juga karena ada faktor ketersinggungan sebagian kader atau elit PDIP tentang sosok pak Mahfud MD yang dipilih cawapres, karena bukan kader PDIP,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
