
Airmadidi-Bukan hanya berprestasi di bidang olahraga beladiri, atlet nasional Paul Lumihi rupanya sangat peduli lingkungan.
Ini terbukti dengan sorotan tajam juara nasional mix martial arts (MMA) tersebut atas aktivitas pertambangan biji besi oleh PT Migro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur (Liktim).
“Kasihan, pulau kecil itu hancur,” kata Paul menjawab pertanyaan BeritaManado.com, ketika berkunjung ke Minut baru-baru ini.
Menurut Paul, alasannya menolak tambang karena Pulau Bangka yang adalah tanah kelahirannya itu hanya berupa daratan kecil.
“Sayang sekali jika pulau kecil itu dimanfaatkan untuk kegiatan tambang. Lama-lama pulau itu bisa habis. Lebih baik dikembangkan untuk pariwisata,” ujar pemuda 28 tahun itu.
Dikatakan Paul, ia memiliki banyak cerita indah bersama ketiga adiknya di pulau tersebut.
Hanya saja, sejak bergabung di MMA beberapa tahun lalu, dia mulai jarang pulang ke Pulau Bangka.
“Baiknya tidak ada tambang di pulau itu. Saya sedih melihatnya,” tutup Paul.(findamuhtar)
