
AMURANG — Kunjungan Komisi VIII DPR RI di Kabupaten Minahasa Selatan Rabu (27/7) dalam rangka menindak lanjuti program Kementerian Sosial, sekaligus membawa bantuan sebesar Rp 4 miliar lebih untuk rakyat miskin Minsel. Rombongan Komisi VIII DPR RI berkekuatan 6 orang dipimpin Abdul Kadir Karding, Spi Msi. Rombongan sebelumnya diterima Bupati Minsel Tetty Paruntu yang diwakili Sekda Drs MC Kairupan, Msi.
Kedatangan Komisi VIII DPR RI di Kabupaten Minsel untuk melihat dari dekat warga miskin. Sekaligus membawa bantuan sebanyak Rp 4 miliar lebih yang langsung diterima Bupati Tetty Paruntu yang diwakili Sekda Kairupan.
Karding saat diwawancara mengatakan, bahwa ini program Kementerian Sosial RI. ‘’Kedatangan kami disambut baik oleh warga Minsel. Ini merupakan program nasional, dan diharapkan akan berjalan sebagaimana mestinya. Olehnya, diminta adanya pengawalan ketat oleh pemerintah daerah dan pusat. Tetapi, daya dukung oleh kita menjadi penting adanya,’’ ujar Karding.
Menurut lelaki asal Palu yang diusung PKB ini, pemerintah pusat melalui Komisi VIII akan mengawasi secara ketat bantuan diatas. ‘’Ini program pusat yang diprioritas bagi warga miskin. Yaitu KUBE, PKH, dan program sosial lainnya. Pihaknya akan kaji terus soal bantuan diatas, supaya bisa menyentuh benar-benar kepada rakyat miskin. Diakuinya, Minsel akan diprioritaskan lagi bantuan demi bantuan,’’ katanya.
Ditambahkannya, memang belum semua desa di Minsel akan mendapat bantuan diatas. Ini semua karena keterbatasan anggaran pusat. Tetapi, melalui UU fakir miskin, pihaknya akan memprioritaskannya. ‘’Dengan demikian, saya pesan agar hal diatas dapat kita lakukan bersama-sama. Termasuk pemerintah daerah juga dapat memberikan manfaat yang luas, terpenting disini dapat menjadi pintu masuk guna kelangsungan pembangunan Minsel sendiri,’’ kunci Karding. (andries)

Semoga dana ini bisa bermanfaat bagi rakyat miskin di Minsel. Yang jadi pertanyaan, menurut Pemkab Minsel, kategori Miskin di Minsel itu apa? Mungkin beritamanado bisa muat, definisi dan kategori Miskin di masing-masing daerah itu seperti apa? Jangan sampe tu keluarga Alo, yang punya mikrolet masih dapa bantuan, kong tu keluarga Keke di sablah, hele mo makang pe susah ndak dapa bantuan, dengan alasan waktu da data lalu tu keluarga Keke ndak ta maso nama, ohhh ingatlah saudara/i ku…… Begitu juga praktek yang saya temui di lapangan, sodorkan tanda tangan di blangko kosong…. dorang da trima Rp. 50.000 ta tulis di laporan Rp. 500.000, kira-kira bagitu dulu joh. Nanti baku baku se inga mana yang terbaik untuk torang samua.
iri hati lagi siaceng. ambisi sonny tandayu semakin terlihat dgn komentar2 miring terhadap bupati tetty paruntu. kaciaaan deh siaceng dn kel.
Pemkab minsel ini dang, ada banya utang yg blum tabayar deng laeng2, maar dorang ada beli oto baru voor Bupati deng Sekda (Wabup dang?)… kong voor tutupi ini gema pemborosan anggaran, dorang canangkan Paruntu Sentuh Miskin (PSM).
Ato itu stou Paruntu Singkirkan yg Miskin (PSM) ;-)