Sehingga harap dia, ke depan nanti kegiatan transplantasi tidak lagi terpusat dan bisa dilakukan di daerah lainnya.
Dirinya yakin dengan pengalaman tim dari RSCM maka akan memudahkan tim transplantasi di daerah untuk belajar.
“Kami datang ke sini untuk menularkan kepada tim lain. Sebab kami sudah memperoleh cara ideal dan itulah yang akan kami tularkan kepada tim lain,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne Rotty MKes bersyukur karena operasi transplantasi ginjal yang kedua sukses.
“Banyak terima kasih kepada tim dari RSCM sebagai rumah sakit pengampuh,” katanya.
Kesuksesan ini, kata dia, menjadi momen syukur tak hanya bagi RSUP Kandou, tapi juga bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Sebab jika kegiatan ini bisa terus berlangsung maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk transplantasi ginjal.
“Sebab nantinya sudah bisa di rumah sakit Kandou dan ini harus kita syukuri,” jelasnya.
Lanjut Dirut Ivonne berterima kasih bagi pihak keluarga seraya memohon kerja sama yang baik.
Sebab seperti penjelasan tim dari RSCM, ada faktor non medis yang harus menjadi perhatian penting.
Faktor itu adalah bagaimana memberikan edukasi dan pemahaman kepada keluarga dan pasien dalam menyikapi situasi pasca transplantasi.
Sebab kerja sama pasca transplantasi menentukan keberhasilan dalam jangka panjang.
“Jadi kelanjutannya bukan hanya tergantung dari tim medis tapi harus ada kerja sama dengan pihak keluarga. Kalau tidak, kegiatan transplantasi ini tak ada artinya,” tutupnya.
(jenlywenur)
