
Manado, BeritaManado.com – RSUP Prof Dr R D Kandou Manado sukses menggelar operasi transplantasi ginjal di CVBC RS Kandou, Minggu (28/7/2024).
Transplantasi ginjal kali ini dilakukan terhadap pasien N (22 tahun) sebagai resipien dan O (43 tahun) sebagai donor.
Sedangkan hubungan antara resipien dan pendonor adalah keluarga atau ibu dan anak.
Dikatakan koordinator Tim Transplantasi dari RSCM, Dr dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH, transplantasi ginjal di RS Kandou terbilang sukses dan hal itu terbukti saat penyambungan pembuluh darah.
“Urine yang kita harapkan keluar deras atau memancar. Ketika urine keluar menjadi kebahagiaan kami. Bagi kami melihat kencing seperti lihat emas. Itu yang kami tim transplant kerjakan sehari-hari,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kata dia, semua tim bekerja dengan baik sehingga ke depan dirinya optimis dengan tim di RS Kandou Manado.
Dirinya kemudian menjelaskan bahwa dalam transplantasi hanya ada dua kriteria, yakni standar atau tidak standar.
“Nah, pekerjaan yang kedua kalinya ini adalah paling berat untuk tim di RS Kandou, namun tim ini berhasil mengerjakan,” pungkasnya.
Kenapa hal ini menjadi berat, kata dia, karena operasi kali ini diperhadapkan dengan persoalan obesitas.
Dengan demikian, ini termasuk kegiatan transplantasi yang tidak standar atau termasuk dalam risiko tinggi.
“Jadi, ada yang lima kali operasi standar semua. Di sini, transplantasi yang pertama standar, namun yang kedua ini tidak standar, namun mereka berhasil. Makanya kita optimis tim ini cukup baik,” tandasnya.
Dirinya berharap agar catatan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh teman di RS Kandou untuk berbuat lebih baik lagi.
Sehingga apa yang dicita-citakan ke depan, yakni melakukan transplantasi secara mandiri dapat segera terwujud.
Adapun hal senada disampaikan Prof Dr dr Nur Rasyid SpU(K), di mana sebagai bagian dari tim dirinya juga optimis.
Prof Nur menyoroti akan interval waktu yang baik untuk melakukan transplantasi selama dalam pendampingan tim dari RSCM.
Walau demikian, dirinya optimis tim RS Kandou nantinya bisa melakukan transplantasi secara mandiri, bahkan bisa lebih cepat dari standar yang ada.
“Kalau biasanya perlu hingga lima kali pendampingan, mungkin yang kelima kami datang hanya untuk sekedar mengamati,” katanya.
Lepas dari itu, dirinya menyebut bahwa kedatangan timnya adalah membawa misi dari Kementerian Kesehatan untuk membantu tim transplantasi di daerah.
