
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP se-Kabupaten Kepulauan Talaud di Aula Shekinah Melonguane, Kamis (21/5/2026).
Di hadapan ratusan kader, ia menitipkan satu pesan yang langsung menghantam: jangan hanya hadir saat pemilu tiba.
Musancab ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ini adalah langkah konsolidasi berjenjang pasca Kongres VI PDIP — sekaligus pemanasan awal menghadapi Pemilu 2029.
Rakyat, kata Olly, tidak boleh hanya merasakan kehadiran kader saat musim politik panas.
Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah turut hadir mendampingi Olly, menjadi perhatian tersendiri bagi para peserta.
Kehadiran orang nomor satu di Talaud itu dinilai mencerminkan sinergi yang erat antara kader partai dan pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan beriringan dengan pelayanan kepada masyarakat.
Olly Dondokambey Tetapkan Target 1.881 Pengurus PAC di 171 Kecamatan
Selain Welly Titah, forum itu juga dihadiri Anggota DPR RI Rio Dondokambey, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut Reza Rumambi, Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen, Ketua DPC PDIP Talaud Mario Titah, Sekretaris DPC Jakop Mangole, serta Wakil Bupati Talaud yang juga Bendahara DPC, Anisya Gretsya Bambungan.
Dalam arahannya, Olly menegaskan bahwa memperkuat partai tidak bisa hanya bertumpu pada struktur di atas kertas.
Dibutuhkan kader yang benar-benar terjun, loyal, disiplin, kreatif, dan tidak asing bagi warga di sekitarnya.
“Kita membutuhkan kader yang mampu bekerja bersama rakyat dan menjaga soliditas partai,” ujar Olly.
Untuk mewujudkan itu, PDIP Sulut memasang target ambisius: 1.881 personel pengurus Anak Cabang (PAC) yang tersebar di 171 kecamatan se-Sulawesi Utara, dengan komposisi 9 hingga 11 pengurus di tiap kecamatan.
Olly Meminta Kader Melek Digital
Di era media sosial, narasi partai tak cukup dibangun di lapangan, ruang digital sama pentingnya dalam membentuk opini publik.
Kader diminta tampil santun dan edukatif di platform digital untuk menyebarkan program-program pro-rakyat.
Kader PDIP Diminta Jadi Pelopor Ketahanan Pangan Lokal
Pendidikan kader pun menjadi agenda utama yang tidak boleh berhenti. Olly memastikan pelatihan akan terus berjalan secara berjenjang, dari tingkat pratama hingga madya.
Kader terbaik bahkan akan mendapat kesempatan mengikuti pendidikan kader utama di tingkat DPP.
Di luar urusan politik, Olly membawa isu yang lebih luas ke meja Musancab: krisis pangan global.
Ia mengajak seluruh kader menjadi motor penggerak kemandirian pangan dengan mendorong masyarakat menggarap lahan tidur dan menanam komoditas lokal – jagung, ubi, talas, singkong, hingga pisang.
“Kita mulai membangun kesadaran pangan lokal sehingga tidak bergantung hanya pada satu komoditas saja, tetapi manfaatkan potensi yang ada,” katanya.
