Tomohon – Dialog budaya yang dilaksanakan oleh Balai Pelesatarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado Kamis (08/02/2012) di aula Happy Lyste Kakaskasen I sedikit tercoreng dengan ulah sejumlah oknum panitia pelaksana yang dinilai tidak menghargai kehadiran para peserta dalam dialog tersebut.
“Saya datang menghadiri dialog ini berdasarkan undangan yang kami terima dari kelurahan. Dan ketika hadir ini adalah wujud apresiasi kami terhadap undangan yang diberikan. Selain itu dalam acara tersebut kami juga membubuhkan nama dan tanda tangan di absen yang dijalankan. Mengapa ketika diakhir acara kami disebutkan tidak terdaftar dan bukan sebagai peserta. Ini namanya pelecehan,” tukas salah satu peserta dari Kecamatan Tomohon Utara.
Bahkan menurutnya, tanda tangan yang dibubuhkan sampai dua kali. “Bukan peserta bagaimana kong tanda tangan sampe dua kali. Anehnya, dua kali tanda tangan mar nama cuma satu kali tulis. Ada dua lembar, pertama nama dan tanda tangan, lembar kedua hanya tanda tangan. Patut dipertanyakan ini, ada apa. Kalo tau mo jadi bagini, lebe bae so nda datang, banya karja di rumah yang penting riki se tinggal cuma karna mo hadir kong jadi bagini,” tukasnya.
Sementara itu, dari bocoran yang diperoleh beritamanado.com, setiap peserta yang hadir dalam dialog tersebut diberikan uang sejumlah Rp 110.000. “Ya. Usai acara tersebut kami diberikan amplop yang didalamnya terdapat uang sejumlah Rp 110.000,” ujar peserta lain. (req)
