Ratahan – Rolling pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra baru-baru ini menimbulkan kekesalan sebagian kalangan masyarakat di wilayah Kecamatan Pasan. Dimana mereka (masyarakat, red) menyesalkan adanya putra asli Minahasa Tenggara yang menjadi korban (Di-Nonjobkan) saat rolling dilaksanakan pekan lalu.
“Secara tegas kami menyesalkan jika putra daerah harus menjadi korban saat rolling. Kami menilai ada tindakan diskriminasi yang dilakukan para pengambil kebijakan terhadap pejabat asli Mitra, apalagi jika yang bersangkutan dinilai dekat dengan wakil bupati Drs Jeremia Damongilala, pasti akan mendapat tindakan tegas,” beber Frangky Matu.
Lanjut diungkapkan Matu, jika sistem pemerintahan khususnya terkait pengangkatan dan pemberhentian pejabat dilakukan karena ada unsur-unsur tertentu oleh pihak pengambil keputusan, ini sangat memalukan daerah yang dikenal dengan slogan pemulihan. “Jika pemberhentian pejabat berdasarkan kajian dan aturan, sah-sah saja. Kami pun akan mendukung itu. Namun harus diingat, semua yang terjadi di daerah ini kerap bertentangan dengan aturan. Ini harus menjadi perhatian serius petinggi di daerah ini,” pungkasnya.
Diketahui, saat rolling pejabat yang dilakukan 31 Agustus 2012 baru-baru satu diantara pejabat Eselon III asal Liwutung, Kecamatan Pasan yakni Berty Kawengian di-Nonjobkan. Hal ini pun menimbulkan kekesalan kalangan Mitra.(dul)
