
Unsrat – Berdasarkan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 24/E/T/2012 tertanggal 4 Januari 2012, menjatuhkan penalti atau hukuman atas pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dimana Dikti tidak akan melayani usulan kenaikan pangkat/jabatan akademik bagi dosen dan pegawai Unsrat.
Hal ini disebabkan ada beberapa kasus plagiat yang terjadi di lingkungan Universitas Sam Ratulangi. Seperti yang di beritakan sebelumnya ada beberapa guru besar yang mendapat sanksi dari pihak Dikti karena terindikasi melakukan plagiat terhadap pembuatan karya ilmia, dan tidak diindahkan oleh pihak Universitas Sam Ratulangi.
Hal inipun disesalkan oleh para dosen dan pegawai yang ada di lingkungan Universitas Sam Ratulangi Manado. Semisalnya, Prof.DR. Ir. Hengky Kiroh yang merasa sangat kecewa. Menurutnya Hal seperti ini sangat merugikan seluruh elemen dosen dan pegawai yang ada di lingkungan Unsrat, termasuk dirinya yang sementara mengusulkan untuk kenaikan pangkat dari IVC ke IVD.
“Seharusnya hal ini tidak terjadi apabila pihak Unsrat, dalam hal ini Rektor Prof. DR. Donald Rumokoy, SH MH mengindahkan apa yang disampaiakan oleh Dikti. Hal ini juga terjadi karena pembengkangan dari pihak Unsrat itu sendiri,” sesal Prof. Hengky sapaan akrabnya.
Senada dengan Prof. Hengky, Ir. Jhon Umboh, MSc berangapan bahwa janganlah ulah satu dua orang lalu kemudian banyak orang yang dikorbankan. Inikan tidak adil, maka dari itu Rektor Unsrat harus bertanggungjawab penuh terhadap permasalahan ini.
“Nilai setitik merusak susu sebelanga. Inilah yang pantas digambarkan untuk keadaan institusi Universitas Sam Ratulangi saat ini. Betapa bobroknya sikap mental dan moral dari para oknum guru besar tersebut sehingga mengorbangkan beribu orang yang ada di kampus,” kesalnya.
Hal ini ketika di konfirmasi kepada Rektor Unsrat, melalui Kabag Humas Unsrat, Daniel Pangemanan, SH MH kepada beritamanado membantah bahwa ada surat tersebut. “Saya tidak tau, sebab sampai saat ini surat tersebut belum dipegang atau belum sampai ke pihak kami,” kilah Daniel. (jk)

Just for Sam….
No problem, you have every right to call me ‘Pembela’ or ‘Penjilat’…. It doesnt bother me….
I only have problem to understand some of you…. you choose to believe in berita koran instead of believing in your own judgment (using your own consciousness – regarding the letter only)…. heehehehe… and THIS shocked me (especially if you are also one of the GURU BESAR)….
nila sebelanga di sangaka susu segelas! wkwkwk
@FISIP Mania Unsrat dan Pembaca.
Sangat Setuju Sekali.
MAri kita tunggu tanggapan dari para Pembela Rektor (lebih sopan daripada disebut Penjilat)
Silahkan para pembela Rektor menyampaikan sanggahan atau ‘Counter-News’ nya secara Cerdas dan Bermartabat.
Salam,
Sam
@Pembaca, Menurut kita pribadi jangan heran kalo ini semua kerjaan org2 tidak bertanggung jawab yg memputarbalikkan fakta surat dari dikti. Betul ‘saya anak monyet’ ada tulis (singgung for Sam ini nama noh) akhirnya keliatan mana yang fitnah dan mana yang fakta…. tukang fitnah biarkan Tuhan yg balas :)
Kita barusan baca di salah satu website Kopertis, tertulis kalimat begini: “Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor: 24/E/T/2012 tanggal 4 Januari 2012 perihal Kebijakan Layanan Kenaikan Pangkat/Jabatan Akademik dosen”….
Kenapa yah perihal surat sudah berubah menjadi: “penalti atau hukuman atas pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dimana Dikti tidak akan melayani usulan kenaikan pangkat/jabatan akademik bagi dosen dan pegawai Unsrat” dalam berita ini?
(I cannot stop LOL…. hehehehehe….)
Kita baca di koran internet nasional, beberapa Prof yang ketahuan plagiat langsung dipecat sang Rektor universitas yang bersangkutan…dan ada juga yang lansgsung mengundurkan diri karena malu….
Beda di Unsrat, dapa bela…malah dapa jabatan le …..
menjadi pertanyaan…apakah inspektorat salah periksa??? atau ….
Kalau memang Rektor gentle….jang dulu ini statuta….nanti kalo so terpilih kedua kali baru beking tu statuta….
Salam Unsrat
sam so tulis panjang2 nentau omong kosong samua dp isi….. beda2 tipis dgn ‘anak memang monyet asli’, so itu ngana bergaul dgn universitas laen bodok, bukang cuma unsrat universitas yg pake ini statuta waktu pemilihan rektor. byk universitas di jawa yg top so pake ini statuta…. sok tau nentau so paling biongo disini…..
Kalo media pintar dan berani, tolong masukkan surat yg dimaksud ke dalam forum ini supaya pembaca bisa menilai siapa yang benar diantara si ‘Saya Anak Monyet’ dan ‘Sam’. Kalau saya pribadi, justru merasa sangat trenyuh melihat ada professor yang berani melakukan tindakan yg sangat tidak akademik. Saya kasihan pada bekas anak2 bimbingnya yang sudah menyandang gelar sarjana atas bimbingan para professor plagiator itu.
Saya anak Monyet memang Biongo,.Kenapa statuta ini nanti diberlakukan disaat pemilihan Rektor sudah didepan mata. Ini yg perlu dipertanyakan.Ada apa dibalik itu. Saya sebagai warga Unsrat prihatin.Ini juga saya kembalikan kepada anggota Senat yg telah memilih Donald sebagai Rektor.Anggota Senat yg memilih pada Donald adalah anggota yg mata duitan.Kenapa yg lalu tidak memilih yg benar2 cuma satu periode memimpin.Akhirnya terpilih Rektor yg arogan.Dan PR 1yg sekarang tidak mampu mengatasi skandal2 akademik juga belum mampu..
Hanya Tuhan yang tahu…….
@S.aya A.nak M.onyet atau SIAPAPUN ANDA.
Saya tahu bahwa anda adalah orang dalam UNSRAT, terbukti dengan Pembelaan yg begitu luar biasa terhadap Rektor. tapi bukan berarti anda mengatakan kepada saya dan seluruh pembaca beritamanado.com (BM) bahwa kami tidak tahu apa2 tentang hal yg berhubungan dengan rektor karena anda pun tidak tahu berita yg berkembang di luar Manado dan media diluar BM serta informasi personal kawanua ….
begitu banyak ‘Hard News’ yang melalui proses Jurnalistik yg cepat dimuat dalam BM yg bisa kita ketahui termasuk berita tentang Rektorat.
‘Development Journalism’, ‘Crusade Journalism’, ‘Electronic Journalism’ BAHKAN sampai kepada ‘Citizen Journalism’ yg tertuang dalam media menjadi sumber informasi bagi para pembaca Online.
Jadi, Media BM ini adalah salah satu cara bagi pembaca Online untuk mendapatkan informasi disertai dengan pemberitaan yang ‘balance’ dengan mengkonfirmasi kepada pihak yg menjadi subject berita.
Pernyataan anda tentang rektor, hanyalah pernyataan one-way tanpa ada ‘balance’ yg melibatkan 2 pihak atau lebih dalam mengkonfirmasi sebuah informasi sehingga informasi anda masih Kabur/tidak jelas (Blur/Vague).
kalau anda megatakan bahwa informasi atau berita yang dimuat di beritamando.com adalah salah dan tidak tepat anda punya HAK JAWAB dari setiap pemberitaan BM bahwa semua berita yg di muat dalam BM ini tidak benar dan informasi Anda-lah yg benar. dan saya rasa Redaksi Beritamanado.com akan memuat hal tersebut seperti sebagaimana permintaan para komentator di thread – thread yang lain.
Saya secara pribadi MENANTANG anda untuk memuat ‘Counter-news’ nya, sehingga kalau pun memang informasi anda yg benar, kita sebagai pembaca pun ter-Edukasi dengan baik dengan melihat berita yang sangat berimbang (Balance)
Salam,
Sam
@S.a.m, qta cukup tanggapi satu jo, soalnya sama isi depe komentar.
Pertama, qta disini cuma memberikan fakta yg benar berhubung qta tau. Mar qta sndiri so nda heran kalo ngna bukan akademisi soalnya dapa lia rupa nntau membedakan antara yg benar dan yg salah (mana fakta, mana fitnah). Mar kalo orang orientasi jabatan (sama dgn ini flora pe grup, yg salah jadi benar, dan yg benar jadi salah) Kalau pun ngna tnggal di Jakarta bukan brarti qta ntau sapa ngna. Komentar pertama di alinea kedua, qta rasa so jelas soal itu tuh surat. Kalo nda percaya, tnggu jo apa depe fakta yg sebenarnya.
Kedua, kase kamari satu soal Rektor pe kebobrokan waktu memimpin, kalo ada yg bilang bisae, cuma mo bilang cek dulu dp fakta mar kalo bawahan yg beking tantu beda toh. Mar ngna mo tau apa karna org luar kota, nntau kemajuan yg so ada disini. By the way, Jangan tanya soal qta pe bacaan berita, lebih banyak dari yg ngna bayangkan. Terakhir qta nda pernah tergiur karna tidak pernah ‘ditawarkan’ yg buat qta tergiur, jadi for apa mo ba lompat-lompat, cukup jalan sehat jo. Sekian jo itu tanggapannya, apalagi so kaluar dari topik berita ini.
Salam juga
@S.aya A.nak M.onyet atau SIAPAPUN ANDA.
Mungkin anda belum lama ini memberi komentar dalam beritamanado.com, atau hanya mencari berita yg berhubungan dengan Boss anda untuk counter balik. kalau anda banyak membaca semua bidang anda akan melihat komentar saya bukan hanya tentang UNSRAT .. Jadi, saya bukan Akademisi dan saya berdomisili BUKAN di SULUT. heheheh kasian deh luuu
Sering – seringlah melihat semua berita bukan hanya berita tentang kebobrokan Rektor. lihatlah semua berita sehingga wawasan anda menjadi lebih luas dengan begitu pikiran anda dan hati anda menjadi terbuka dan dengan terbuka mudah – mudahan anda tidak tergiur oleh godaan duniawi oleh boss anda.
Ingatlah … “sepandai – pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, Apalae ngana deng ngana pe boss yg bukang tupai kong melompat – lompat … hehehehe”
Salam,
Sam
Satu lagi komentar yang ditulis oleh pemberontak sam bersama (Profesor mar biongo leh) Kiroh dgn Umboh dgn memutarbalikkan fakta yang ada…
Sapa bilang ada surat sanksi dari Dirjen Dikti?? surat yang turun merupakan surat persyaratan dari Dirjen bahwa untuk naik pangkat/jabatan haruslah karya ilmiah yang HARUS sudah di VALIDASI oleh Dikti dan sudah PUBLIKASIKAN. So begini leh kalo media turut serta pemberitaan yang tidak benar. Tidak mengapa, ngoni mo fitnah mar cepat atau lambat mo dapa ngoni punya. Hehehe…
Guru besar, ngana nda usah gurui sam, dorang so tau sapa yg terbaik untuk Rektor kedepan. Btw, cuma sekedar info. UNSRAT menuju Excellent University merupakan Visi dari Prof. Rumokoy, ngana nda akan pernah temui dia calon Rektor manapun kecuali dorang calon Rektor laeng mo ‘PLAGIAT’ leh Prof. Rumokoy pe Visi for UNSRAT. Tulis2 tuh Visi mar ngana jadi pemberontak lawan Rektor. Salah satu bukti ngana cuma asal bunyi.. Hahaha…… Viva UNSRAT
Demi UNSRAT kedepannya …
Mudah2an Para Guru Besar terbuka mata hatinya agar dapat memilih Rektor dalam suksesi nanti yang benar – benar bersih dan ingin memajukan UNSRAT menjadi Excellent University.
Karena masa depan UNSRAT tidak tergantung kepada Civitas Akademika dalam jangka pendek ini, tetapi kepada para Guru Besar yang mempunyai suara dalam menentukan Pimpinan/Rektor kedepannya.
Saya menjadi geli membaca berita ini dan secara bersamaan membaca berita dukungan Annes Supit.SS kepada Rektor Rumokoy … hehehe
Doa Kami Utk UNSRAT
Salam,
Sam