
MANADO – “Ada tiga orang di lingkungan Unsrat yang telah menerima surat dari Presiden Republik Indonesia terkait dengan pencabutan gelar Guru Besar atau Profesor. Hal ini terjadi karena ketiga Profesor tersebut diduga memalsukan data untuk memperoleh gelar Profesor,” papar sumber beritamanado di lingkungan Unsrat Manado.
Universitas Sam Ratulangi dibawah kepemimpinan Prof. DR. Donald Rumokoy SH. MH akhir-akhir ini terus menuai sorotan publik akibat banyaknya permasalahan yang ada di lingkungan Unsrat itu sendiri.
Lihat saja sebelum kasus ketiga Profesor ini, Unsrat dikejutkan dengan status Dekan FH yang ditingkatkan menjadi tersangka kasus pengutan tak wajar, sampai amukan orang tua mahasiswa akibat tertundanya wisuda. Kali ini Unsrat dikejutkan dengan adanya Profesor Gadugan.
Berdasarkan sumber yang merupakan orang dekat Rektor Unsrat ini, ketiga Profesor tersebut dinyatakan bersalah akibat memalsukan Jurnal serta Kamus Hukum yang merupakan persyaratan Gelar Guru Besar.
“Mereka bertiga berinisial antara lain LK yang saat ini merupakan Profesor di Fakultas Ekonomi Unsrat, AB , dan TS yang keduanya merupakan Profesor di Fakultas Hukum Unsrat. Dalam Hal ini yang berinisial LK dan AB memalsukan Jurnal Ilmiah Dan inisial TS memalsukan Kamus Hukum,” lagi tutur sumber ini.
Sekedar informasi hal ini juga merupakan hasil penemuan dari inspektorat yang melakukan pemeriksaan di lingkungan Unsrat, bahkan salah satunya telah ditangani pihak Polda SULUT. Namun cukup disayangkan ketika wartawan media ini ingin mengkonfirmasi kebenarannya terkait kasus ini kepada Rektor Unsrat, Rektor sementara tidak di tempat.(kj)

tidak ada asap,,kalu ndk ada api,,,so pasti soal yg rame disini,,ada benarnya,,,so dapa lia,,kalu byk bela diri,,berarti byk beking salah dulu wkt menjabat,,,,hahahahhh
so lewat ini cerita, tidak perlu diangkat lagi terlalu tendensius ke personal;
tolong ditangkap isteri dari satpam fakultas hukum ini,sudah bermanipulasi dengan pendidikan.
dimana hukum indonesia sekarang kalau sebuah universitas juga sudah tidak mematuhi hukum,
kalau perlu kerahkan itu unsrat pe tim 10 dengan polisi,tangkap sekarang juga itu ibu dosen gadungan.
kalau tidak berarti betul isu selama ini tentang unsrat
‘ladang mancari rektor dan antek anteknya,sampai isteri satpam hukum,harus diperiksa itu,jangan jangan sampe PD 1 hukum ley ada kang??????
klo menurut pandangan saya sebagai orang tua dari salah satu mahasiswa unsrat,saya pengalaman pernah menghadapinya…bukan cuma profesor gadungan ada juga isteri dari satpam fakultas hukum(sering dipanggil kakak Nona)dia pernah mengaku dosen dari fakultas tersebut,sampai memboyong kalau rektor dia punya om.,ternyata nda betul. dia sudah banyak membohongi mahasiswa serta orang tua mereka termasuk saya,saya lapor lewat email unsrat tapi ternyata dia masih tetap ada mencari mangsa lain/berkeliaran.jadi saya lapor kementeri,kpk,dan dikti.
saya sudah ditipu dengan sejumlah uang =rp,25jta.
kalau sampai hari senin tidak ditangkap oknum tersebut,maka saya akan laporkan juga kebapak presiden.dia mengaku mengaku bisa selesaikan nilai yang tertunda,skripsi,dan beasiswa. banyak juga orang tua dari teman anak saya yang ditipu dengan uang yang sejumlah 16jta-26jta,bagaimana ini bilang fakultas hukum ternyata tidak patuhi hukum.
Saya fikir mengkritisi adalah tradisi dalam peradaban dunia kampus karena ada solusi di dalamnya,dan mengkritisi itu tidak sama dengan mencerca. Mengkritik pun tak boleh disertai dengan kebencian atau amarah pd seseorang atau pun institusi.Apalagi anda smua dari kalangan akademisi yg bukan lagi terpelajar tapi mengajar, Maka perdebatan ini jangan saling menhujat dan mencerca.Nga cocok gitu lho Mneer! (On Trial)
Tx infonya yg diatas
Ohhhhhh bagitu dang,.Pendukung Kebenaran tx infonya
,.Diduga Guru Besar yg plagit adalah TS = Telly Sumbu dari Hukum ( Dosen yg mencatat rekor belum 2 tahun langsung Profesor, n tidak ada karya ilmiah\publikasi yg mumpuni. LK = Lotje Kawet Mantan Dekan Ekonomi dan AB = Anton Bin Smith yg benar2 Profesor tapi terjadi kesalahan di pusat bukan di Unsrat..Ini adalah berita yg akuratn terpercaya,. Untuk Prof.Lucky Sondakh = Perpanjang pensiun karena keperpaksaan dari Rektor sekarang, karena beliau sudah tidak ada sumbangsih di Fakultas dan tidak ada karya ilmiah yg dimasukan sebagai prasyarat utk perpanjang pensiun, bukan di perpanjang Menteri tapi lebih tepatnya ” memaksa ” agar diperpanjang pensiunnya,.Mar untung Rumokoy berbaik hati,. Khusus di Fakultas Kedokteran yg umur 65 tahun harus pensiun karena regenerasi mar yg perpanjang pensiun uda gak ada malu,.Untuk Sdr Fabian M adalah ti sukses E K,.Siap2 jadi PR 5
JANG SAMBARANG PARCAYA DENG BRITA2 SKARANG. SO KURANG PUNUNG DENG TU DUSTA2 SAMUA. KORUPSI MERAJALELA. YANG PASTI KALO CUMA MASYARAKAT AWAM, JANG BAHARAP MO DAPA RESPON, KECUALI DOMPET FULL DENG DOI
Yang memberi komentar tidak menunjukkan seperti orang yang berpendidikan tinggi. Sangat di sayangkan kalau membaca komentar-komentar saudara-saudara di atas.
Jangan ada maling teriak maling yah. heheheheee….
…NGALI JO KITA LEI BUKAN ORANG UNSRAT…RASA SAYANG LAGI KALO NGONI DENG NGONI ORANG UNSRAT BAKU AMBE SAMPE MASALAH-MASALAH PRIBADI SO TA IKO-IKO…COBA KOMPAK SADIKI KWA INI ORANG-ORANG UNSRAT !..JANG JA LIA-LIA ITU DI BELAKANG ..LIA ITU DI MUKA.
.
..
…SO KUNO KASIANG ITU MO LACAK-LACAK PAKE MO LIA ITU IP ADDRESS…HAHAH….
.
..
…ORANG SKARANG DENGAN MUDAHNYA DI MANADO ..DI MANAPUN….BISA GANTI-GANTI IP ADDRESS…HAHHA..APALAGI KALO DIA ONLINE DARI WARNET…NOH NGONI P CARI JO PADIA SAPA…HAHHA..
.
..ITU HAL-HAL BAGINI KASE BIAR JO …SANTAI JO TORANG DENG ITU KOMENTAR-KOMENTAR BAGITU…NYANDA USAH DI TANGGAPI… :|
Terima kasih Prof Lucky Sondakh atas apresiasinya, setuju dengan apa yang Prof bilang bahwa pengakuan serta karya dari dan untuk masyarakat jauh lebih baik. Selamat berdiskusi semoga kita bisa saling mengambil manfaat dari pemikiran kita semua sambil tetap saling respek satu dengan yang lainnya untuk kemajuan Indonesia, Sulawesi Utara dan Unsrat. GBU.
Prof Sondakh so mulai ba provokasi nih……
Di Unsrat mana ada sih yg DIPROMOSI-kan jadi professor? Semua professor juga urus berkas sandiri…. ik ik ik ik….
Sorry dr Fabian Manoppo…..One thing I forgot…I was surprised to learn that you ,..though has already got your Ph.D 10 years ago. in reality, have not yet been promoted to A Professorship….How come such a credible and reputable Doctor like you, have not been promoted?…..But….that is ok, “public and academic community in large’ acknowledgement is the true “judge” to our intelectual competence and integrity…so…keep on keeping on Fabian…Cheers.
Trimakasih Fabian….komentar anda memberikan sumbangsih agar para komentator tetap santun, intelectual, menghormati presumption of innocence, jangan masuk ke rana private (karena) akan terkena resiko “pencemaran nama baik”, “firnah”, hujatan, “trail by the press”, Harusnya kaum “intelectual” itu berperan dalam “civiulization” bukan malahan terbalik dengan terbawa arus gaya gaya “premanisme”
Saya menilai ada beberapa ko,mentar balik ke komentar saya diatas yang sudah mulai mengandur unsur unsur dimana si komentator sudah berani berani mengambil a[ij kewenangan “kelembagaan hukum” dalam mengadili seseorang, dan malahan mengedepankan “emosi” (ketidak sukaan”) dan tidak rasional lagi. Untuk sementara siukap saya masih “maklum” sajalah, keculai kalau sudah sangat menggangu “privacy” dan melakukan “character assasination”…yah kita harus patuhi aturan negara ini yang adalah “negara hukum”.
Ha;oo Berita Manado.com…..cobalah diarahkan supaya wacana publik di beritaManado.com akan memberi contoh ke publik, supaya visi Sulut membangun Masyarakat Sulut yang “berbudaya”,( santun, saling hormat menghormati kebebasan masing masing, menggunakan kebebasan individu dengan ada kepedulian sosial dsb) benar benar menjadi kenyataan.
OK..Viva Public Sulut.
Seperti yang kita bilang sebelumnya unsrat memang lagi ‘bakucako’
Apa pun informasi yang di tulis baik beritanya ataupun reply2, buat saya dan juga yang lain sebagai orang luar unsrat pasti akan menyerap informasinya dengan tanda tanya (?) alias io sto/nyanda sto…
Disini torang pake ‘nickname’ bukan panako atau bersembunyi tapi tidak lebih dari ‘it’s not the right place’ ini bukan forum/nda ada moderators ini hanya message board.
Isn’t it looks silly? big name, gelar besar, nama panjang 2 meter dan dicemoh and di bongkar rahasia..
Yang lucunya, ada yang di bonkar rahasianya balik lagi reply mencerca dengan ‘nickname’ baru… :) Lengkap sudah ke’silly’an itu.
Mengenai IP kalau ada yang niat bongkar-bongkar sambil sembunyi masih bisa di trick IPnya..
Anyway,
Siapa dang tu disini?: 39516E1.4869704N 124.839516E
Sebenarnya so klar, maar cuma karna muncul ulang ini berita jadi ttrus lagi….
Sekedar mengingatkan sebelum kebablasan bahwa biarpun kita menggunakan nama samaran jika ada komentar kita yang bisa berdampak hukum maka dengan mudah Identitas kita di ketahui, saya berikan informasi recorded IP Adress yang mengakses kewebsite yang saya kelola yakni sulutIptek.com
IP Address Tanggal Waktu
99.226.239.183 58 06 Dec 2011 – 01:17
110.139.224.230 05 Dec 2011 – 15:00
133.49.214.171 42 07 Dec 2011 – 01:13
Dengan data diatas maka tidaklah sulit bagi Kepolisian untuk mengakses siapa pengguna IP Adress, mudah2an diskusi kita tidak kebablasan dan dapat berdampak hukum bagi kita, silahkan berdiskusi dalam koridor Etika yang baik sebagai masyarakat yang beragama, semoga bermanfaat.
Sebagai Dosen di Unsrat saya menghimbau agar mari kita mengembangkan Unsrat tanpa harus melihat baik buruk Rektornya, bagaimanapun Unsrat adalah kampus kebanggaan kita masyarakat Sulut. Kalau memang benar ada Prof Gadungan di Unsrat mari kita menghormati proses hukum atau menempuh jalur hukum bagi yang memiliki data valid tanpa perlu kita harus saling menghujat dan fitnah. Jika ada pikiran pikiran konstruktif untuk pengembangan Unsrat kedepan silahkan disampaikan lewat jalur2 yang ada baik langsung ke Unsrat ataupun lewat tulisan2 di media masa mungkin ini akan lebih bermanfaat menurut saya maaf tidak bermaksud menggurui. Saya sendiri sudah 12 taon menjadi Doktor tapi tetap sabar menunggu sampai memenuhi syarat untuk menjadi Professor, kalau ada yang dengan cepat memperoleh gelar Professor saya harus mengakui kelebihan mereka.
Prof Lucky, mo suka baku bongkar kenapa Prof jabatannya diperpanjang yang karna terpaksa dari 2007-2008????
Yang kedua, mo suka qta bongkar upaya pengputarbalikkan fakta dgn mengatakan upaya penjegalan SK gurubesar dari rektorat????
Kalo qta mo bilang somo berdosa dgn mengatakan yg hal jelek walaupun itu fakta. Tuhan jo yg liat2. Salam for Angie,soalnya dgr2 somo kaweng ulang kataa..
@barol, qta so pernah bakudapa dgn Prof Lucky dia bilang langsung dia nda mo dukung incumbent. Prof katuuk diperpanjang karna dibutuhkan Unsrat apalagi Fakultas Peternakan bukan karna laeng2, apalagi mantan rektor ini. Hahahaha……
Ia nanti torang lagi lihat kalian punya mulut besar, jangan cuma jago berkoar-koar di sini. Mana buktinya ?
baku ajar jo ngoni sampe abis… so deng bulan2 kita lia ngoni baku ajar trusss….lei kita ini ada baku ajar lei di IQLeague.com! kita komang kwa ada cari penantang supaya so boleh istirahat di Iqleague….lantaran amper dorang pecat pa kita….cuma lantaran jago skali pe jago, jadi dorang ba pikir ulang…
kita pe salam pa ngoni keode, memang ngoni caaap mau samua no, cuma untuk prof sondak…keode ngana lei kita dia mo baku ajar….nooo, dia pe kira kita siapa stow….kita ini titisan 7(tujuh) malaikat…..lei itu paus beneckditus kalo baku dapa deng kita…langsung ta kage…, kong langsung kase hormat!
Semua orang tau, apa saja mungkin terjadi. Bahkan jika anda telah melakukan hal yg merugikan org lain, anda bisa berkilah bahwa tidak ada bukti. Cuma your consciousness can tell the truth. Tapi, siapa sih yg mau mengaku bahwa dia salah? Apalagi kalo pikiran so tertutup dgn ambisi dan uang…..
(note: anda = anyone)
Prof. Sondakh… disinyalir Istri anda banyak makan duit bagian belakang sewaktu anda jadi Rektor. Apa benar?…
Jangan-jangan itulah yang diikuti Angie…(SUNAT doi Rakyat)
Dukung Berita Manado….. ini fakta Prof bukan imaginer…faktanya prof diperpanjang dengan tak ada bukti Laporan Kinerja dosen (LKD) menurut laporan tata usaha Fak Peternakan karena mmng kurang terima gaji buta…..hati-hati kalau berani jurusan n Dekan usulkan kasus baru nantinya…..kalau untuk kepentingan incumbent for rektor 2012 tak apalah….saya dukunggg…wkwkwkwkwk
Oh ya…fakta?….faktanya:Masa jabatan saya diperpanjang 8 Bulan (daeri 3 Desember 2007 sd 13 mJuly 2008), faktanya walaupun saya ada upaya menjegal perpanjangan dinas ke gurubesaran saya yang harusnya pensiun 28 September tapi faktanya Mendiknas terbitkan SK Perpanjangan kle Gurubesaran saya….begitu Pak Jenderal deng Pascal….sesudah ini…berenti jo berkomentar…buang energy berkomentar dengan yang ngaku “akademisi” tapi komentarnya “partisan”…ok jo. Tapi pe “senior” bilang…”berenti”…biarlah proses berjalan….
sapa tuh mo panik,cma krna ngoni anak bwang.. ini inspektorat pasti salah satu dari flora cs and the genk punya orang. bagus ngoni dgn wartawan beritamanado bawa jo di pengadilan, unsrat nda mo tako deng nda mo sambunyi. betul itu brur ferdinand ada bilang, buktikan. nanti tunggu di pengadilan awas cuma lamu ngoni. inga jo, nda mo sambunyi unsrat, mo lia sapa tuh mo aman dgn sapa tuh ada di jalur yg benar. supaya sekalian nebeng dgn kesaksian jenderal.. oi toh poo…..
Prnytaan sang jenderal memang fakta, qta dukung jenderal. Krna byk Tgr yg kena adlah org tidak bersalah trmsuk saya dan bahkan karna msalah ini, flora cs dan kwan2 ditmbah lawan politik manfaatkan dan menyalahkan kpmimpinan Rektor skrng, pdahal smua ada trjadi pda masa rektor sondakh bukan rektor skrng. Kalo brani brsaksi jo di kejaksaan, nnti qta dgn jenderal tunggu…
Sdr Jenderal yth. Sevagai seorang “Jenderal” anda harusnya seorang “pemberani”, “gentleman” dan “menghormati azaz “Presumption of Innocence” dan tidak melakukan penilaian sepihak.
Komentar anda saya “mengkriminalisasi” dan lain lainnya, bukan saja “out of context” (wacana kita kan soal “status ke gurubesaran” bukan soal “Rector’s leadsdership” atau soal “kebijakan saya sewaktu Rektor”) tapi juga sudah mengandung unsur “character criminalisation” terhadap saya.
Sdr Jenderal….kalau benar “tuduhan anda” tentang kel;emahan kebiujakan saya sewaktu Rektor (2003-3008), mengapa saya masih diperpanjang sebagai Gurubesar Unsrat?…kalau saya “salah” menurut versi anda, harusnya saya mungkin bukan saja tidak diperpanjang tapi bisa diturunkan pangkatnya kan?….Saya akui bahwa ada kebijakan saya yang tidak populer, saya akui pasti sebagai manusia biasa saya banyak kekurangan…tetapi sebagai akademisi…sampai saat ini saya memang sudah tidak menjabat Rektor tapi saya tetap bertanggung jawab terhadap kebijakan saya yang lalu kalau memang diperlukan…I have left my posistion as Rector but my responsibility remain…ini kan iucapa msaya dulu waktu berhenti dengan hormat sebagai Rektor..(malahan diperpanjang 8 bulan?)….
Tentu saya banyak kekurangan tapi juga ada kelebihan kan? masing masing ada tiap tiapnya…cuma yah kalau berhadapan dengan anda “{negative thinking” pakai kaca mata itam…semua yang putih jadi kabur…semua yang jernih jadi terpolusi….Tuhan jo yang nilai pa torang samua “sang jenderal”….kita nyanda mo balas….serahkan pa Tuhan jo…
Yah….iko pa Gus Dur jo no…emangnya gue pikirin….biar lei anda sang “jenderal” bilang kita “besae” maar masih banyak orang juga yang biulang kita ok ok kok…masih enjoy…masih sehat katuk…deng masih dipercayakan jadi Senior Advisor dan ditawarkan jadi Gurubesar di PT terkenal di P Jawa….
Komentar balik anda yang cendrung bernada “character assasination” atau “character criminalisation” anda terhadap saya, sepertinya, bukan saja sudah mengambil alih kewenangan aparat dan kelembagaan hukum, tetapi saya kira, mungkin tidak sepantasnya disampaikan oleh seorang akademikus yang mengklaim diri sebagai “Jenderal” dihadapan “publik”….
Saya mengundang anda (kalau perlu dengan “Bos Anda”) untuk…Ayo” mari kita “debat terbuka” , secara “gentleman”, secara intelectual, tidak partisan, tidak ada muatan politik, tanpa pesan sponsor, kalau perlu dihadapan “senat” ataupun pada forum akademi mengenai “tuduhan” anda kepada saya seperti yang anda tulis diatas..kalau memang saya salah dalam ukuran versi anda…saya akan angkat topi dan saluta untuk “sang Jenderal”….
Maar…bagus kwak kalu “Jenderal” kaseh tunjung “muka” kwak…supaya sedap…musti “ksatria” kwak…musti “tuama”…mustio “tonaas”..apalagi “tonaas wangko”…
Saya harap anda menyatakan ke publik siapa nama anda sebenarnya…laki laki dong…jangan pengecut….tapi saya kalau mau akan dapat menelusuri siapa anda melalui beritaManado.com ini…..
Yah kalu kita kwak…so mangaku banyak kekurangan…denga “apa lei so tu Lucky Sondakh”…so nyanda ada “political interest”, mo cari apa lei so….jadi di suksesi rektor ini…karena masih dipercatayakan sebagai Gurbesar Unsrat, jadi masih ada satu suara….maar apa kwak tu satu suara so….nyanda ada arti kasiang “jenderal”…Unsrat akan hidup terus tanpa Lucky Sondaj dan mungkin juga tanpa “jenderal”….jadi Trima jo Apa itu Bos Sorgawi tetapkan…nyanda usah jo torang berdebat kusir..debat akademi yes…debat “kusir” no….
Catatan. Mohon di sms ke saya 08124303550 tentang nama dan email adress sang “Jenderal”…please.
Prof. Rumokoy VS Prof. Sondakh ibarat Murid melawan sang Guru ….
Dulu Prof. Rumokoy tim sukses Prof. Sondakh, sewaktu Prof. Rumokoy jadi Rektor di dukung juga oleh Prof. Sondakh…sekarang mereka berdua menjadi musuh…hahaha….
Mungkinkah Prof. Sondakh akan tetap mendukung Prof. Rumokoy atau beralih dukungan ke calon Rektor yang lain.
Sandiwara ini akan terus berlanjuta, kita tinggal akan melihatnya nanti pada saat pemilihan, apa yang akan terjadi. Menarik untuk ditunggu.
Sdr-sdrku warga kampus dan masyarakat bangsa peduli pendidikan tinggi di daerah.
Pemberitaan media massa trkait dgn isu tsb, sekalipun masih belum jelas kebenarannya, seyogyanya direspons scr arif dan positif. Pihak terkait dapat ,boleh bhkan mungkin wajib memprosesnya melalui jalur hukum.
Pemberitaan pers sbg pelaksanaan kontrol sosial itu, patut disyukuri,. Apapun isinya bisa dijadikan masukan, juga menjadi peringatan keras agar staf dan manajer di kampus lebih berhati-hati, jeli dan serius dalam proses promosi jabatan akademik bagi stafnya.
Mendapat sebutan jabatan akademik tertinggi Guru Besar (Profesor), adalah menerima beban dan tanggung jawab ilmiah mengawal kebenaran, keadilan serta selalu arif dalam suasana ruang dan waktu di mana dan kapan saja.
Diharapkan pimpinan Unsrat terus mencegah penyimpangan akademik bila benar ada, sambimemantapkan langkah peningkatan mutu perguruan tinggi Unsrat kebanggaan kita ini, dgn berbagai cara cerdas menjadi excellent university menuju suatu universitas kelas dunia atau world class university.
Lahirkan lebih banyak putra-putra bangsa sbg Sam Ratulangi-Sam Rarulangi muda dari universitas yg menggunakan nama besarnya ini! Masalahnya apakah civitas akademika Unsrat benar-benar mengenal dan memahami nama besar Sam Ratulangi dn ide-ideanya itu?
Maju terus Unsrat.!! Jangan ragu, terus tambah banyak profesor bermutu, yg suka mengabdi mencerdaskan masy dan peduli pd rakyat kecil seperti mayoritas petani miskin di pedesaan. Salam khas Minahasa “Tabea”.
10q Gbu. Salam “Tabea”
prof lucky berhetilah kamu mengkriminilisasi seseorang dan seakan akan anda pahlawan atau heronya unsrat yng bukan cuma ngana punya…..
kalau mau jujur banyak permasalahan sewaktu anda sebagai rektor dan tinggal menununggu anda sebagai tersangka oleh kejakasaan …..
bukankah tahun ini anda telah beberapa kali dimintai keterangan di Ke JAGUNG terkait dengan “kebijakan” anda sewaktu menjadi Rektor Unsrat ??
bukan kah karena kebijakan saudara melalui Surat Keputusan sewaktu anda Rektor banyak PNS di linkungan Unsrat yang menjadi korban ?? dan saat ini juga akan dipanggil sebagai saksi oleh kejaksaan ???
kasihan prof kami-kami dan mereka itu tidak menerima uang 100% dari daftar yang di tanda tangani ,,, tapi ternyata uang itu dijadikan biaya perjalanan anda untuk bermain golf diluar negeri / diluar kedinasan ??
ayyoo prof…… saya tantang anda dan kami semua siap jadi saksi di kejaksaan !!!
jangan ciut prof kami tunggu di kejaksaan.
biar jo kwa, kalo disini murah kalo mo ba iklan…deng real time lagi
Oh kasiang ini Almamater so malimbuku deng byk mslh… Kurang mo tunggu noh tu kebenaran… Krn tu durian biar lei mo pi simpang di mana tatap mo babou.
.
..
…@Professor …NGANA KALO MO PASANG IKLAN JANG DI SINI…HAHHA
Supremasi hukum “nobody above the law” kita harus mengerti dan jun
jung tinggi. Begitu juga praduga tak bersalah. Sebaiknya kita menunggu
keputusan pengadilan/hakim. Dan mereka yang sudah mendapatkan vonis
pun berhak untuk naik banding ke pengadilan yang lebih tinggi.
Kekuranglengkapan, kesalah fahaman ataupun kekeliruan administrasi bisa
saja terjadi dan perlu diselidiki/diperbaiki.
Pengadilan rakyat dan hukum rimba itu jaman dahulu sekali sebelum jaman
kuda gigit besi.
Please !!! Jangan seolah olah kita sudah memberikan punish yang menda
hului keputusan hakim/pengadilan yang berwenang.
Gbu.
:)
hallo wartawan Beritamanado.com..
sepertinya sudah banyak pejabat unsrat yg panik dan dengar2 sudah ada upaya dari oknum-oknum tertentu yg mulai mengintimidasi dan melakukan teror kepada wartawan Beritamanado.com ….
tantang saja kalu mereka yakin benar dan benar2 ada keberanian bawa persoalan ini ke ranah hukum untuk buktikan keabsahan guru besar dan akurasi data yg Beritamanado punya…
mari kita liat orang Unsrat mana yg berani??? pasti sembunyi semua!!!
jadi wartawan Beritamanado yg memuat berita ini tenang saja, data lengkap tersimpan rapih, jika diperlukan data ini akan di publish dan yg pasti data ini akan melindungi wartawan dari tuduhan dan tudingan mereka yg menyatakan diri orang unsrat,
yakinlah wartawan Britamanado kamu aman dan so pasti ada dijalur benar!!!!
no more comments….wait and see jo bagaimana proses ini berlanjut…trust the authorities…..thank you.
prof lucky lei kwa mo ba komentar… memangnya waktu dia jadi rektor dulu apa lei kwa so itu dia ada beking di unsrat… ??? udang lei kwa mo bilang pa katang…. memang butul apa kata orang bijak… “tidak ada persahabatan yang abadi tetapi yang ada adalah kepentingan yang abadi”…
orang kwa mo berbuat dosa mo ba cemburu akang…
lebe bae menanam jo kebaikan supaya mo pete lei depe hasil kebaikan…
kong ngoni pe kira siapa stow itu ada beking itu….nanti kalo ngana cari tahu sandari…kalo so tua dorang nyanda mo pake mar kalo masih muda itu dorang jaga cari
pebaca lucu ngana pe kira kita ada mo cari lawang kong main2…ngana pe kira kita nyanda telusuri itu ada pernah iko IQLEAGUE…cuma mo kase referensi itu ada skolah di aerika, ingriis,dll ada jaga iko lei!!!
Kalo itu komentar terakhir kita lei mangarti kwa…
@Professor, nda mangarti ngana pe maksud disini eh….cuma tantang di IQLEAGUE.com ….. Anak SMA le boleh beking tu dia.
ngana pe kira tu gelar Doktor, PhD, Spesialis dll cuma ada asal ambe? itu butuh pengorbanan, waktu, keluarga dan lain2…kecuali ada ambe gelar yang abal2.
Jadi ja hargai sadiki tu orang da skolah butul2
ada kote yg ta lupa…supaya jangan ngoni kira kita cuma main2 ada yg kita mo titip ini “I am greatest in the history of famous people in Indonesia, and no single person to date, and perhaps of all time before you beat me, and i fought in the name of JESUS CHRIST, Amin.
mar kalo ngoni para professor asli, bergelar doktor, PhD, Dr, Spesialis, MM, atau apalagi yg suka mo tantang pa kita….kita lei ini sementara cari lawang2 kuat lantara so 2 bualan so nyanda ada lawang berat, kita pe lawang berat, itu Kanada lei sementara cari lawang…..sapa tau ngoni jago2, saya undang di IQLEAGUE.COM…situs itu semua negara di dunia dan kota2 didunia dicatat(ibukota propensi) boleh mo pake nama asli atau samaran terserah!!!
mo ulang lei boleh, mo pake ngoni pe gelar lei boleh….dia pe pusat di LA, California, USA! Kalo nyanda mampu ngoni boleh pangge ngoni pe ANAK BUAH,
dikomentar ini…. itu profesor so gadungan kong ada lagi gadungan lagi….lei kita nintau siapa lei ini pfrofesor yg baru ini….kalo yg gadungan dia pekomentar pendek2 kalo yg asli panjang2! bagitu jo mo se beda
Sebaiknya wartawan harus berhati-hati dalam memberikan berita. Berita ini sangat menakutkan dengan mengatakan Gadungan….. itu sangat kasar….dan juga harus diingatkan sebaiknya media ini menyediakan data yang akurat dan bukti yang benar2 akurat. supaya kalau ada tuntutan dari bersangkutan bisa membuktikan bahwa berita ini benar.
Yang bersangkutan Prof. TS sekarang menuntut siapa yang berani mengatakan bahwa Professor saya gadungan. Sekarang buktikan dan sebutkan nama anda siapa ? kalau anda tidak berani menyebutkan nama anda, berarti itu fitnah. Saya akan menggugat anda, karena melakukan pencemaran nama baik.
Masalah kebobrokan UNSRAT sudah terkuak lingkungan unsrat tidak usah berkelit. Inilah hasil dari pendidikan tinggi yg di bngga2kan di SULUT.
Buat pak Prof. Sondakh, saya lihat comment selalu menyertakan kata: …..cuma karena kita belum dipensiunkan…masih diperpanjang Menteri…
Apa arti dari kata2 tsb pada setiap komentar anda ? Beking bingo itu.
Untuk para Guru-Guru Besar Palsu, kalau merasa berita ini tidak benar yach di tuntut saja Beritamanado.com. Minta ganti rugi atau pemulihan nama baiknya. Sudah selesai.
Komentator2 yg lain saya lihat banyak yg kebakaran jenggot. Sepertinya takut kalau kejadian ini kena kepada mereka.
Gitu aja koq susah.
Ngoni yang nentau wajar bertanya2 maar yg pasti berita ini nda betul. Kalo nda percaya, konfirmasi langsung saja. Kalo nda bisa konfirmasi langsung wartawan kawal saja berita ini nda buktikan KEBENARANNYA…. Kalo boleh buktikan langsung terus muat ulang depe berita KEBENARAN. Tunggu saja waktu yang akan menjawab semuanya…..
.
..
…COBA KASE TAU JO…! SAPA-SAPA DORANG P NAMA !!
.
..
…ASAL BUTUL-BUTUL INI REKAN WARTAWAN …!
.
.
..
…COBA KASE TAU JO…! SAPA-SAPA DORANG P NAMA !!
.
..
…ASAL BUTUL-BUTUL INI REKAN WARTAWAN …!
Mungkin judulnya saja yang heboh karena ada gadungannya heheheheh mar kalu lia tu komentar yang ada apalagi dari sumber dan pelaku saat itu… mungkin Bukan Gadungan…. buktinya so di proses ke Dikti, Mendiknas sampe Presiden. Anyway,… Mari majukan SDM Sulut…. bukan berarti so banyak Prof kong ndak ada penyimpangan…. Ayo maju maju… ayo maju-maju ayo majuuuuuuuu maju!!!.
Pendapat dari Prof. Lucky sondakh adalah bijak tapi tidak paripurna…
Perlu diketahui bahwa pengusulan guru besar melalui mekanisme normatif dimulai dari tingkat Jurusan/Bagian pada Fakultas, jika berkasnya sudah lengkap akan ditandatangani oleh Dekan selanjutnya berkas tsb dikirim ke Rektorat untuk diperiksa oleh tim yg telah ditunjuk oleh rektor… pada bagian ini PERLU DICATAT bahwa tim pemeriksa ini tidak memeriksa keabsahan dari semua berkas yg dikirim/diusulkan dari “sang pengusul guru besar” sekalipun sebenarnya tim ini punya kewenangan untuk itu, tapi kenyataannya tim ini hanya memeriksa syarat administrasinya saja dan kelengkapan berkas sesuai standart baku pengusulan guru besar. Setelah tim ini selesai memeriksa otorisasi terakhir terletak pada Rektor yg akan memproses pengirimannya ke Departemen Pendidikan, Rektorpun selaku otorisator tidak akan memeriksa keabsahan, rektor hanya melihat secara administratif kalu sudah lengkap semua siap dikirim ke Menteri. Jadi wajar kalau Prof. Sondakh tidak tau ada jurnal palsu yg dikirimkan pada waktu itu, karena pemeriksaan palsu atau tidaknya nanti di tingkat Menteri.
fakta memang berkata demikian, buktinya dari 30 lebih usulan guru besar dari Unsrat yg waktu itu diusulkan oleh Prof. Sondakh hanya 2 orang dosen yg lolos menjadi Guru Besar. Dari informasi di Dikti bahwa para dosen yg mengusul guru besarnya tidak disetujui itu karena jurnal ilmiahnya kedapatan palsu dan temuan ini oleh Dikti telah mengakibatkan salah seorang staf unsrat dan beberapa orang pegawai Dikti/LIPI sementara dalam pemeriksaan karena terlibat dalam pemalsuan itu, lalu yg dua orang dosen yg lolos itu apakah terlalu sakti sehingga bisa menjadi guru besar???? padahal jurnal yg dipakai sama dengan yg dipakai oleh dosen-dosen lainnya yg pengusulannya tidak disetujui, sakti ataupun tidak hukum tetap harus ditegakkan, pertanyaannya mana yg salah Prof. Sondakh atau Menteri??? kesalahan ini tentu tidak bisa dibiarkan!
Selanjutnya mengenai indikasi ada guru besar yg menggunakan kamus plagiat, mengenai kasus kamus ini sedang dalam penyidikan pihak Polda Sulut yg sudah menyeret Dekan FH sebagai tersangka, jika terbukti kamus ini palsu wajarlah jika produk guru besar yg melibatkan kamus tersebut adalah palsu…pertanyaannya jika ini terbukti paslu siapa yg salah Rektor atau menteri????
memang perlu pembuktian lebih lanjut mengenai semua ini oleh pihak yg berwenang bukan berpolemik dimedia, karena polemik tidak akan menyelsaikan masalah hukum malah akan menyebabkan persoalan hukum yg baru… media sudah menyampaikan informasi Gayung bersambut… pihak kementrian, pihak kepolisian, pihak Kejaksaan harus bergandengan tangan seiring sejalan untuk menuntaskan kasus ini dengan jujur dan berlandaskan aturan hukum yg berlaku, yg pasti moralitas pendidik menjadi taruhan dalam kasus ini, karena jika hal ini terbukti benar berarti telah terjadi skandal akademik yg mengarah pada kejahatan sangat-sangat luar biasa.
ayooo… teman-teman wartawan harus kawal terus!!!!
Heran ni orang2 yg BA koment.. Semuanya pada kebakaran jengut… Kita seharusnya memberikan apresiasi kepada media ketka mencba mengangkat Hal seperti ini. Nntinyua dari pihak terkait yang juga mempunyai hak menjawab.. Jadi kita tunggu saja.. Spa tau ada berita lanjutan.. Atau semacam bantahan dari rektorz.. Gooo wartawan..
tugas media adalah memberikan informasi, data yg akurat dgn sumber yg nyata sudah cukup untuk menaikan dan mempublish sebuah berita mengenai kebenaran otentik dan juridis formalnya adalah tugasnya aparat untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kebenarannya secara hukum.
Negara ini adalah negara hukum “kebebasan Pers”, “Kebebasan memberikan informasi kepada publik, Kewajiban membongkar Kasus tindak Pidana Korupsi” semua ini dilindungi oleh UU, dan terkait dgn ini fitnah dan pencemaran nama baik juga mendapat pengawalan secara hukum…
semua ini butuh kearifan dari semua pihak, niat baik untuk sebuah fakta dan kejujuran tanpa ada kepentingan pribadi sekarang ini memang sudah menjadi barang langka, karena mempertahankan jabatan atau ingin mendapatkan jabatan menjadi lebih kuat sehingga banyak orang mulai menghalalkan segala cara dan fenomena alami ini yg mengobok-obok nilai idealisme sebuah hati nurani…
salut untuk Beritamanado.com !!!!
sepertinya sekarang ini membongkar berbagai bentuk kesalahan, kecurangan, kejahatan harus dimulai dari pemberitaan media.
hidup wartawan!
Kaya nda tahu saja BM itu kan media online jadi makin banyak yang klik makin ok…Increase trafick. Skarang kan lagi rame deng Unsrat jadi dia supply terus berita Unsrat gonjang-ganjing yang penting sumbernya ok.
Siap-siap saja, dikritik itu biasa kwa…reply yang benar dan dan usahakan terbaca intelek sadiki. Jangan baru dikritik dengan 3 paragraf so di bilang banyak mulut.
Peace
Saya setuju dengan beberapa prinsip dasar yang dikemukukan oleh Prof. Lucky Sondakh, khususnya tentang “keabsahan” status 3 orang profesor di Unsrat. Untuk wartawannya beritamanado.com perlu konfirmasi yang lebih akurat dulu barulah dimuat sebagai berita. Apaagi, menurut Anda, sumbernya dari orang dekat Rektor, bisakah itu dijadikan dasar yang akuntabel ~ dapat dipertanggung-gugatkan?
Selain itu, benarkah terjadi amukan orang tua akibat wisuda ditunda? Disini Anda menggunakan kata “amukan” orang tua. Nyatanya pada waktu saya cek ternyata tidak” demikian. Bahwa ada kekecewaan yang besar, itu benar. Bahwa mahasiswa ber”demo” menunjukkan protes mereka, itunpun benar.
Dengan penuh kerendahan hati saya mohon agar kita semua sejenak merenung dengan empati, “Kalau saya jadi mereka (yang diberitakan), bisakah saya menerima pernyataan2 yang belum memiliki kebenaran / dasar hukumnya?
Mudah2an, ketika Anda (gn) dipercayakan Tuhan untuk jabatan dan tanggung jawab yg lebih tinggi dan lebih besar, Anda kemudian menyadari bahwa ternyata Anda harus lebih arif dalam berujar.
Tuhan kiranya memberkati Anda (gn) agar menjadi “corong” kebenaran dan pembawa damai Nya di dunia ini. Saya tahu Anda telah memiliki kebenaran yang memerdekakan itu. Masalahnya, maukah Anda menerapkannya dalam tugas yang sekarang sedang Anda embani?
Dapa dari mana ini berita? kiapa nda heboh secara lokal maupun nasional, cuma di sini ada ini berita.
kita baru percaya kalo so kaluar di Kompas ….
apa mungkin in gerakan politik menjelang pemilihan Rektor UNSRAT yg baru?????
@orang Unsrat: memang so lama mar NDA ada stokang yang muat.. Nnti beritamanado ini ypberani month muat. Salut katu pa beritamanado, yang tetap menjaga eksistensi sebagai salah satu fungsi control. Dan sebenarnya Hal seperti ini harus dilakukan oleh media2 lain. semoga Unsrat terus terpantau dengan beritamanado media yang memberi cahaya bagi kami warga SULUT di luar daerah.
Skali lagi salut untuk beritamanado.com
Setau qta berita ini so lama, komentar Prof Lucky akui leh itu maar heranleh beritamanado.com muat yg so basi bagini. Kalo memang butul, buktinya mendiknas nda cabut dorang punya gelar Professor.
Palingan kerjaan dari Flora cs dan kawan-kawan kwa ini……
Saya sebetulnya mo no comment aja….nanti serba salah…nanti di “cemooh”…kiapa lei kwak ini Mantan ini masih mikirin Unsrat so…so mantan lei…so “tua sayang” lei kata…..cuma karena kita belum dipensiunkan…masih diperpanjang Menteri…yah musti katium sumbang pikiran dan pengalaman bukan/….apalagi…kalau kwak komentar ditanggapi dengan penalaran….tentu ok…tapi…saya mendeteksi….sejumlah komentar termasuk dari dosen tua….so mulAI BERNADA “partisan”…right or wrong is my big boss’….
Memang etika insitusi katanya harus loyal ke “big boss”…KALAU BEGINI…WAH .etika yang begini adalah etika yang mementahkan ‘kebenaran ilmiah’, serta bernada ‘otoriter’……dan benar…memang ‘menurut “Samuel Hutchinson: “Power tends to corrupt” dan “absolute power” corrupt absolutely…..di kampus…yang dominan hariuslah “etika intelektual’, yang secara (nalar) logis masuk akal dan secara empiris terdukung (ada dukungan fakta)…
Etika “intelektual” tidak akan cepat menyalahkan orang tanpa dukungan fakta..makanya harus dihormati “presumption of innocence”…jangan ada “trial by the press”…berikanlah dan percayakanlah kepada dan hormatilah Pak Rektor yang sangat ahli hukum untuk memberikan “institutional accountability” dan “leadership responsibility” dan ketiga professor diatas tadi berikan waktu dan hormati mereka untuk memberikan “argumentasi” dan “scientific responsinbility”, jangan kasiang langsung di vonis toch….
Kalau saya sebagai Mantan Rektor diminta bantuan…saya tentunya siaap….
Saya memang sudah meninggalkan jabatan Rektor tetapi tanggung jawab saya sebagai “mantan Rektor” tetapi berada di Unsrat…..karena setahu saya…mungkin saya yang megusulkan dua dari ketiga mereka .untuk jabatan gurubesar….dan saya kaget juga kalau ternyata dalam pengusulan itu, bawahan kami waktu itu (Tim Penilai Pengusulan ke Jabatan Gurubesar) kurang teliti dan ‘kecolongan’…selaku Rektor waktu itu, kalau konsep usulannya (melalui Dekan) telah lolos Tim Penilai (Paraf PR1) dan lolos pesyaratan administrasi (Paraf PR2) maka berdasarkan prosedur birokrasi :”chain of command” yah…Rektor (saya waktu itu) mengusulkannya ke Dikti…di Dikti di teliti lagi lalu ke Mendiknas……dst…sampai terbit Kepress (atau SK) Presden… nanti di cross check…yang penting semua harus “cooperative” menegakkan kebenaran. ..mari bantu Rektor dan Rektorat Unsrat untuk hal ini….GBU all.
BAE-BAE NGONI MUAT BERITA, BERITAMANADO.COM, JANGAN SAMBARANG TULIS NGONI TANPA ADA BUKTI KONKRET YANG AKHIRNYA MENJURUS KE FITNAH NGONI P BERITA-BERITA. BIAR KEBENARAN DAN WAKTU YANG AKAN MENJAWAB SEMUA…….
OMG!!!!!!!!!!!!Quo Vadis Unsrat tercinta……….
kalo so dapa itu gelar di situs tersebut….siapa tau kong presiden SBY bisa gunakan itu sebagai referensi mo kase gelar professor supaya itu gaji jadi banyak!
ehhhh memang gelar tertinggi akademik menjadi dambaan, kita kase info bagi yg ingin mendapatkan gelar professor yg diakui dunia, nyanda mo dapa kasus hukum, kong boleh mo pilih gelar apa yg MO PAKE….di sini dia pe situs IQLEAGUE.COM…., cuma ini sebagai referensi so 4 thn, itu semua pemegang medali emas olimpiade fisika, kimia, matematika keok semua…. lei dia pe profesor pembimbing mar keok!