
Berita Manado Hari Ini: Unsrat, Wisman 161%, Ekonomi Sulut
Sulawesi Utara mencatat deretan berita penting pada 6 Mei 2026, mulai dari lonjakan wisatawan mancanegara 161 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,54 persen hingga klarifikasi tegas Rektorat Unsrat soal tudingan korupsi dana dosen. Satu insiden menegangkan juga sempat mengguncang Terminal Kargo Bandara Sam Ratulangi dan berakhir dengan kabar baik. Berikut tujuh berita terpenting hari ini.
1. Ekonomi Sulut Tumbuh 5,54 Persen, Pariwisata Melejit 20,85 Persen
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara merilis data ekonomi Triwulan I-2026 yang menunjukkan pertumbuhan 5,54 persen secara year-on-year. Kepala BPS Sulut Dr. Watekhi menegaskan, pertumbuhan ini ditopang aktivitas ekonomi domestik yang kuat, dengan nilai ekonomi Sulut mencapai Rp 51,67 triliun pada harga berlaku.
Sektor bintangnya adalah akomodasi dan makan minum yang melonjak 20,85 persen, dipicu kenaikan kunjungan wisatawan saat momen Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Ini sinyal positif bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM di seluruh Sulut.
–> Baca selengkapnya: Ekonomi Sulut Tumbuh 5,54 Persen, Pariwisata Melejit hingga 20 Persen Lebih
2. Wisman ke Sulut Naik 161 Persen, Korea Selatan dan Tiongkok Dominasi
BPS Sulut mencatat 11.517 kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026, melonjak 161,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tiga negara pengirim terbesar adalah Korea Selatan, Tiongkok, dan Australia, mencerminkan kuatnya pasar Asia Timur dan Pasifik bagi pariwisata Sulut.
Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang tercatat 43,28 persen, naik baik secara bulanan maupun tahunan. Angka ini menegaskan bahwa pariwisata Sulut sedang dalam momentum terbaik dalam beberapa tahun terakhir dan berdampak langsung ke lapangan kerja lokal.
–> Baca selengkapnya: Wisman ke Sulut Naik 161 Persen, Pariwisata Makin Bergairah
3. Rektorat Unsrat Angkat Bicara: Tudingan Korupsi Dana Dosen Tidak Berdasar
Rektorat Universitas Sam Ratulangi menggelar konferensi pers pada Selasa (5/5/2026) untuk merespons tudingan korupsi dana Sertifikasi Dosen yang mencuat saat aksi demo di Polda Sulut. Wakil Rektor 3 Dr. Ralfie Pinasang SH MH menegaskan tuduhan itu keliru secara mekanisme: dana Serdos dibayarkan langsung oleh pemerintah pusat dan Unsrat hanya berfungsi sebagai penyalur.
Tunjangan seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya memang belum cair, namun bukan karena korupsi, melainkan akibat sanksi disiplin selama empat semester atas kasus perundungan. Pihak rektorat juga mengklarifikasi bahwa massa yang berdemo di Polda bukan mahasiswa aktif, melainkan alumni.
–> Baca selengkapnya: Rektorat Unsrat Buka Suara: Jawab Tudingan Korupsi dengan Fakta Hukum
4. Bukan Bom! Paket Mencurigakan di Terminal Kargo Bandara Samrat Aman
Sempat menegangkan. Pukul 16.35 WITA, Selasa (5/5/2026), petugas X-ray Terminal Kargo Bandara Sam Ratulangi mendeteksi paket yang menyerupai bahan peledak. Koordinasi segera dilakukan bersama Komandan Pangkalan Udara Sam Ratulangi dan Satuan Brimob Polda Sulut.
Setelah pemeriksaan menyeluruh, GM Bandara Radityo Ari Purwoko memastikan paket itu adalah alat kalibrasi perkapalan, bukan bom. Operasional bandara berjalan normal dan seluruh penerbangan tidak terganggu.
–> Baca selengkapnya: Bukan Bom! Temuan Paket Mencurigakan di Terminal Kargo Dipastikan Aman
5. Prajogo Pangestu Orang Terkaya Indonesia Mei 2026, Kekayaan Rp 362 Triliun
Forbes Real Time Billionaires menempatkan taipan petrokimia Prajogo Pangestu di puncak daftar orang terkaya Indonesia pada Mei 2026 dengan kekayaan USD 20,9 miliar atau setara Rp 362,3 triliun. Ia menjadi satu-satunya konglomerat Indonesia yang bertahan di atas USD 20 miliar, meninggalkan jarak jauh dari para pesaingnya.
Kekayaan Prajogo ditopang empat emiten di Bursa Efek Indonesia: BRPT, TPIA, CUAN, dan BREN. Ekspansi di sektor energi terbarukan dan infrastruktur hijau menjadi motor pertumbuhan utama dalam setahun terakhir.
6. BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 92W, Gelombang Tinggi Ancam Maluku dan Papua
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 92W di Samudera Pasifik utara Papua sejak Minggu (4/5/2026). Dalam 24 jam, bibit ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis intensitas rendah sambil bergerak ke arah barat dan dampak tidak langsungnya sudah mulai terasa.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter mengancam perairan Maluku dan Papua hingga 6 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan para pelaut untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat.
