Manado – Kasus pemukulan dan penganiayaan wartawan yang melibatkan Sangadi (kepala desa, red) di Bolaang Mongondow menjadi perhatian DPRD Sulut. Anggota komisi 1 Netty Pantow mengingatkan pimpinan di pemerintahan kabupaten dan kota perlu melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap aparat dan perangkat desa terkait kerja wartawan.
“Tentu sangat disayangkan jika ada kasus pemukulan terhadap wartawan yang melibatkan aparat pemerintah desa. Pimpinan diatasnya dalam hal ini bupati ataupun walikota harus mampu menjelaskan kepada aparat dibawahnya agar mereka tahu kerja wartawan,” tukas Netty, Selasa (2/4).
Menurut Netty, sebagai alat kontrol tidak seharusnya wartawan dijadikan musuh. “Jika memang aparat pemerintah itu sudah bekerja baik serta tidak menyimpang kenapa harus takut wartawan? Mestinya wartawan dijadikan mitra untuk mensosialisasikan serta menyampaikan hasil kinerja pemerintah, bukan sebaliknya dimusuhi,” jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat yang dekat dengan pers ini. (Jerry)

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI)Sulawesi Utara. Ketua, Novie Ngangi. by Phone 0823 4787 5570.
AWDI Pers Sulut,,mengecam keras kpda semua oknum yg melakukan tindakan kekerasan & pelecehan terhadap wartawan,,,sekaligus meminta kepada Bpk.Kapolda Sulut untuk menindak tegas setiap oknum yg melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri terhadap wartawan…ini Negara Hukum, semua pake aturan dan perluh diketahui oleh semua pihak pemangku kepentingan yg ada di Sulut ,,Pers itu dlm menjalankan tugas sebagai wartawan di lindungi oleh Undang undang…