Berita Utama

12 Negara Paling Maju di Dunia 2026, Indonesia di Mana?

Israel (peringkat 6) mencatat belanja R&D tertinggi di dunia yakni 6,3 persen dari PDB pada 2023.

Tel Aviv dikenal sebagai salah satu kota dengan kepadatan startup tertinggi di dunia, dengan lebih dari 6.000 startup aktif dan lebih dari 100 unicorn.

Finlandia (peringkat 7) kini dikenal melalui Nokia sebagai pemain infrastruktur jaringan 5G global, serta industri game yang melahirkan Supercell dan Rovio.

Belanda (peringkat 8) menjadi unik karena memiliki ASML, satu-satunya produsen mesin lithografi EUV di dunia yang menjadi tulang punggung produksi chip generasi terbaru.

Swedia (peringkat 9) dengan Spotify, Ericsson, dan Klarna tetap menjadi kekuatan digital Eropa Utara.

Norwegia, Singapura, dan Inggris Melengkapi Daftar

Norwegia (peringkat 10) mencatat pencapaian luar biasa: 95,9 persen penjualan mobil baru pada 2025 adalah kendaraan listrik penuh, memenuhi target jangka panjang negara tersebut.

Sekitar 98 persen listriknya bersumber dari energi terbarukan.

Singapura (peringkat 11) mempertahankan posisinya berkat kebijakan R&D jangka panjang yang konsisten.

Rencana Research, Innovation and Enterprise 2025 mengalokasikan sekitar 25 miliar dolar Singapura untuk riset publik selama lima tahun, dan rencana pengganti RIE2030 telah diumumkan pada 2025 dengan alokasi yang lebih besar.

Inggris (peringkat 12) bertumpu pada kekuatan ARM Holdings — perusahaan yang merancang arsitektur prosesor untuk 99 persen smartphone di seluruh dunia — serta DeepMind yang melahirkan AlphaFold, sistem prediksi struktur protein yang merevolusi biologi komputasi.

Apa yang Membedakan 12 Negara Ini?

Dua kelompok negara mendominasi daftar ini.

Pertama, negara-negara besar yang unggul dalam sektor spesifik: Amerika Serikat dalam AI dan modal ventura, Taiwan dalam manufaktur semikonduktor, Inggris dalam riset kecerdasan buatan.

Kedua, negara-negara kecil yang berhasil menyebarkan infrastruktur digital ke hampir seluruh penduduknya dengan intensitas R&D yang sangat tinggi, seperti Korea Selatan, Israel, Swiss, negara-negara Nordik, dan Singapura.

Negara-negara yang mencolok absen dari daftar teratas antara lain China di peringkat 41, India di peringkat 65, dan Jepang di peringkat 16.

China memiliki belanja R&D absolut terbesar kedua di dunia yakni 723 miliar dolar AS, namun penetrasi internetnya baru menyentuh 78 persen populasi.

India masih membelanjakan kurang dari 1 persen PDB untuk R&D.

Penurunan Jepang disebabkan rendahnya adopsi digital di kalangan lansia dan skor daya saing digital yang terus merosot.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara