
Korea Selatan kembali mempertahankan posisi teratas sebagai negara paling maju secara teknologi di dunia pada 2026. Peringkat ini disusun oleh Global Finance Magazine berdasarkan empat indikator utama: penetrasi internet, cakupan jaringan LTE/4G, skor IMD World Competitiveness Digital, dan belanja riset dan pengembangan (R&D) terhadap PDB.
Korea Selatan Memimpin dengan Infrastruktur Digital Hampir Sempurna
Tidak ada negara yang menandingi Korea Selatan dalam kombinasi kualitas digital dan intensitas riset.
Penetrasi internet di negara ini telah melampaui 99 persen populasi, sementara belanja R&D menyentuh 5,0 persen dari PDB pada 2023, angka tertinggi kedua di antara negara-negara OECD setelah Israel.
Ekosistem teknologi Korea Selatan ditopang oleh raksasa-raksasa global.
Samsung Electronics menguasai sekitar 7,2 persen pangsa pasar foundry global tahun 2025 dan masih menjadi produsen smartphone terbesar dunia berdasarkan volume unit.
SK Hynix menduduki posisi kedua produsen chip memori dunia, sementara permintaan high-bandwidth memory untuk akselerator AI terus mendorong pertumbuhan perusahaan ini sepanjang 2024–2025.
Di sektor otomotif, Hyundai-Kia berada di peringkat ketiga produsen mobil terbesar dunia setelah Toyota dan Volkswagen.
Amerika Serikat dan Taiwan Bersaing Ketat di Posisi Dua dan Tiga
Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan total belanja R&D terbesar di dunia secara absolut, yakni sekitar 823 miliar dolar AS pada 2023 atau setara 3,4 persen PDB.
Silicon Valley menjadi rumah bagi Apple, Alphabet, Meta, dan Nvidia, sementara Seattle menjadi basis Microsoft dan Amazon.
Nvidia sempat menjadi perusahaan publik paling bernilai di dunia pada 2024 berkat lonjakan permintaan akselerator AI.
Taiwan berada tepat di bawahnya di posisi ketiga, didorong kekuatan industri semikonduktornya yang tak tertandingi.
TSMC menguasai sekitar 70 persen pasar foundry global tahun 2025 dengan pendapatan 122,5 miliar dolar AS, naik 36 persen dari tahun sebelumnya.
Teknologi canggih di bawah 7 nanometer menyumbang 77 persen dari total pendapatan wafer TSMC pada kuartal keempat 2025.
TSMC tetap menjadi satu-satunya pemanufaktur eksternal untuk chip tercanggih Apple dan akselerator AI Nvidia.
Eropa Mendominasi Separuh Daftar
Denmark (peringkat 4) menonjol lewat dominasi energi hijau dan farmasi. Vestas adalah produsen turbin angin terbesar dunia dengan kapasitas terpasang lebih dari 190 GW secara global.
Ørsted memimpin operasi ladang angin lepas pantai di dunia.
Swiss (peringkat 5) mengandalkan industri farmasi, keuangan, dan teknik presisi. Roche dan Novartis konsisten masuk lima besar perusahaan farmasi terbesar dunia berdasarkan pendapatan.
ETH Zurich tercatat menghasilkan 22 alumnus peraih Nobel.
Israel (peringkat 6) mencatat belanja R&D tertinggi di dunia yakni 6,3 persen dari PDB pada 2023.
Tel Aviv dikenal sebagai salah satu kota dengan kepadatan startup tertinggi di dunia, dengan lebih dari 6.000 startup aktif dan lebih dari 100 unicorn.
Finlandia (peringkat 7) kini dikenal melalui Nokia sebagai pemain infrastruktur jaringan 5G global, serta industri game yang melahirkan Supercell dan Rovio.
Belanda (peringkat 8) menjadi unik karena memiliki ASML, satu-satunya produsen mesin lithografi EUV di dunia yang menjadi tulang punggung produksi chip generasi terbaru.
Swedia (peringkat 9) dengan Spotify, Ericsson, dan Klarna tetap menjadi kekuatan digital Eropa Utara.
Norwegia, Singapura, dan Inggris Melengkapi Daftar
Norwegia (peringkat 10) mencatat pencapaian luar biasa: 95,9 persen penjualan mobil baru pada 2025 adalah kendaraan listrik penuh, memenuhi target jangka panjang negara tersebut.
Sekitar 98 persen listriknya bersumber dari energi terbarukan.
Singapura (peringkat 11) mempertahankan posisinya berkat kebijakan R&D jangka panjang yang konsisten.
Rencana Research, Innovation and Enterprise 2025 mengalokasikan sekitar 25 miliar dolar Singapura untuk riset publik selama lima tahun, dan rencana pengganti RIE2030 telah diumumkan pada 2025 dengan alokasi yang lebih besar.
Inggris (peringkat 12) bertumpu pada kekuatan ARM Holdings — perusahaan yang merancang arsitektur prosesor untuk 99 persen smartphone di seluruh dunia — serta DeepMind yang melahirkan AlphaFold, sistem prediksi struktur protein yang merevolusi biologi komputasi.
Apa yang Membedakan 12 Negara Ini?
Dua kelompok negara mendominasi daftar ini.
Pertama, negara-negara besar yang unggul dalam sektor spesifik: Amerika Serikat dalam AI dan modal ventura, Taiwan dalam manufaktur semikonduktor, Inggris dalam riset kecerdasan buatan.
Kedua, negara-negara kecil yang berhasil menyebarkan infrastruktur digital ke hampir seluruh penduduknya dengan intensitas R&D yang sangat tinggi, seperti Korea Selatan, Israel, Swiss, negara-negara Nordik, dan Singapura.
Negara-negara yang mencolok absen dari daftar teratas antara lain China di peringkat 41, India di peringkat 65, dan Jepang di peringkat 16.
China memiliki belanja R&D absolut terbesar kedua di dunia yakni 723 miliar dolar AS, namun penetrasi internetnya baru menyentuh 78 persen populasi.
India masih membelanjakan kurang dari 1 persen PDB untuk R&D.
Penurunan Jepang disebabkan rendahnya adopsi digital di kalangan lansia dan skor daya saing digital yang terus merosot.
