
Penulis: Tim Redaksi, disusun dari berbagai sumber
Nanik S. Deyang: Dari Ruang Redaksi ke Kursi Kepala BGN
Seorang jurnalis senior yang menapaki jalan panjang — dari tabloid ke panggung kekuasaan, hingga kini dipercaya memimpin program gizi terbesar dalam sejarah Indonesia.
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Perjalanan profesionalnya dimulai di dunia jurnalistik — ia mengawali karier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit di bawah grup Kompas Gramedia, kemudian bergabung dengan Persda-Kompas sejak 1989.
Dunia pers bukan sekadar batu loncatan bagi Nanik. Ia cukup lama berjibaku di dunia pers, sempat memimpin Kelompok Media Peluang yang membawahi beragam media seperti majalah Femme, tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner, Peluang Usaha, hingga tabloid politik The Politic. Ia juga pernah menjadi CEO Kresna Media & Majalah Prospektif, serta mantan Direktur MNC pada periode 2005–2009.
Dari Media ke Panggung Politik
Titik balik karier Nanik terjadi saat ia memilih terjun ke dunia politik. Namanya mulai dikenal luas saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
Kedekatannya dengan lingkaran Prabowo terus berlanjut. Setelah terpilihnya Prabowo sebagai Presiden pada 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029. Tidak berhenti di situ, pada 12 Juni 2025, ia diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Pada 17 September 2025, Nanik dilantik menjadi Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, mendampingi Dadan Hindayana di pucuk kepemimpinan badan tersebut.
Kepala BGN: Tantangan di Tengah Sorotan Publik
Nama Nanik S. Deyang mendadak menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana yang resmi dicopot pada Selasa, 2 Juni 2026.
Pengumuman penunjukan itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat: “Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.”
Para pimpinan BGN sebelumnya dicopot karena masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) terkait tata kelola dan kualitas makanan. Di tengah tekanan tersebut, Nanik langsung bersuara. Ia mengungkapkan bahwa terhitung sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG pernah ditangguhkan — dan 5.659 di antaranya sudah beroperasi kembali setelah memenuhi ketentuan.
Penghargaan dan Rekam Jejak
Pada Agustus 2025, Nanik S. Deyang mendapat penghargaan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden, bersama 88 penerima lainnya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Kini, di usia 58 tahun, perempuan yang memulai karier dari ruang redaksi tabloid itu berdiri di garis terdepan program makan bergizi gratis — salah satu agenda sosial paling ambisius pemerintahan Prabowo. Rekam jejaknya sebagai jurnalis kritis, pemimpin media, dan birokrat berpengalaman menjadi modal yang kini diuji di skala nasional.
