
Penulis: Frangki Wullur I Manado
Partai puncak Piala Dunia 2026 yang digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada dan Mexico akan mempertemukan dua negara dari benua berbeda, yaitu Argentina dan Spanyol.
Bukan soal siapa yang memiliki teknik dan taktik jitu untuk memenangkan laga pamungkas yang akan digelar di New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 03.00 WITA mengungkap sisi religius kedua negara dengan tradisi sepakbola yang kuat.
Baik Argentina mupun Spanyol, sama-sama memiliki tradisi Katolik yang sangat kuat, dimana salah satunya terkait penghormatan dan devosi kepada Bunda Maria.
Di Argentina ada tradisi devosi kepada Bunda Maria dari Luján (Nuestra Señora de Luján) yang telah menjadi bagian dari identitas nasional sejak abad ke-17.
Patung kecil Bunda Maria yang secara ajaib berhenti di Luján diyakini sebagai tanda bahwa tempat itu dipilih sebagai pusat kegiatan ziarah umat Katolik Argentina.
Kini, Basilika Luján menjadi tujuan jutaan peziarah setiap tahun yang datang untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan berkat bagi keluarga serta bangsa.
Sementara itu di Spanyol, umat Katolik memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria del Pilar di Zaragoza.
Menurut tradisi Gereja Katolik di Spanyol, Bunda Maria menampakkan diri kepada Rasul Yakobus di atas sebuah pilar (zaragoza/pilar) untuk menguatkan semangat pewartaan Injil di Semenanjung Iberia.
Basilika Nuestra Señora del Pilar di Zaragoza hingga kini menjadi salah satu tempat ziarah Katolik paling penting di dunia.
Tradisi iman ini juga tercermin dalam kehidupan banyak sepak boladari Argentina dan Spanyol.
Sebagian pemain Argentina maupun Spanyol dikenal membiasakan diri membuat tanda salib, berdoa sebelum pertandingan, atau mengucap syukur setelah pertandingan sebagai ungkapan penyerahan diri kepada Tuhan.
Kini, ketika Argentina dan Spanyol bertemu di partai pamungkas Piala Dunia 2026, ada sebuah kesaksian imat diperlihatkan kepada dunia yaitu bagaimana iman Katolik dibawah nayngan Bunda Maria menjadi suatu kekuatan.
Bagi uamt Katolik sendiri tidak penting Argentina atau Spanyol yang menang, namun bagaimana iman Katolik yang dianut sejumlah pemain dari kedua negara memberi warna tersendiri dalam seluruh rangkaian pertandingan dari babak grup hingga partai final.
Secara nasional, negara Argentina menempatkan Bunda Maria dari Luján (Nuestra Señora de Luján) sebagai pelindung negara dan dirayakanse tiap tanggal 8 Mei, sedangkan Spanyol adalah Santo Yakobus Rasul (Santiago Apóstol) dirayakan setiap 25 Juli.
