Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon Ir Ervinz Liuw MSi.
TOMOHON, beritamanado.com – Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi akhir-akhir ini mulai membawa dampak khususnya di sektor pertanian. Tak terkecuali di Kota Tomohon.
Salah satunya kegagalan panen terhadap komoditi-komoditi hasil pertanian dari Kota Bunga Tomohon. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon Ir Ervinz Liuw MSi yang yang mengatakan ada sekitar 20 hektar sawah tadah hujan mengalami gagal panen.
“Musim kemarau memang mulai membawa dampak yang merugikan bagi para petani. Seperti di daerah Tondangouw dan sebagian Lahendong Kecamatan Tomohon Selatan yang merasakan gagal panen,” ungkapnya, Minggu (23/08/2015).
Terkait hal tersebut, kata Liuw pihaknya telah menyiapkan strategi dan solusi guna menyiasati dan mengatasinya. “Distanakan memiliki solusi. Karena saat ini sudah memasuki musim tanam, jadi kepada para petani untuk dapat menanam secara serentak sehingga distribusi air bisa dilakukan secara merata,” kata Liuw.
“Seperti di sawah-sawah irigasi teknis. Karena debit air menurun maka pemanfaatan air digunakan secara maksimal agar semua kebagian. Kemudian ada pompanisasi dan penggalian sumur untuk membantu pendistribusian air kepada petani,” pungkas mantan Asisten II dan III Pemkot Tomohon ini. (ray)
