
Penulis: Sri Surya | Manado
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, memaparkan arah kebijakan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan nasional dalam kegiatan yang digelar di TK Negeri 10 Manado, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama jajaran pemerintah daerah serta pemangku kepentingan sektor pendidikan.
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berfokus pada dua aspek utama, yakni revitalisasi sarana prasarana sekolah serta percepatan digitalisasi pembelajaran.
“Revitalisasi menjadi perhatian utama pemerintah. Tidak boleh ada sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak layak, termasuk fasilitas dasar seperti ruang kelas dan sanitasi,” ujar Abdul Mu’ti, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024.
Secara nasional, capaian revitalisasi sekolah pada 2025 telah melampaui target awal.
Pemerintah juga menargetkan penambahan signifikan pada 2026, sehingga total sekolah yang direvitalisasi terus meningkat.
Untuk wilayah Sulawesi Utara, tercatat ratusan sekolah menjadi sasaran program revitalisasi, termasuk pembangunan unit sekolah baru.
Di Kota Manado sendiri, puluhan sekolah telah mendapatkan sentuhan perbaikan, sementara di Kabupaten Minahasa juga menunjukkan capaian serupa.
Selain revitalisasi, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan melalui penyediaan perangkat pembelajaran modern seperti Interactive Flat Panel (IFP).
Program ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan merata di seluruh Indonesia.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pemerintah menargetkan distribusi perangkat teknologi pendidikan ke sekolah-sekolah agar kualitas pembelajaran semakin meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan setiap sekolah ditargetkan memiliki perangkat digital yang memadai guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Gubernur Yulius Selvanus dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara harus berjalan seiring dengan perbaikan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh program ini berjalan optimal hingga ke tingkat satuan pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih merata, inklusif, dan berbasis teknologi di seluruh Indonesia.
