Hal ini pun dapat berfungsi untuk mendidik masyarakat agar selalu takwa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan senantiasa berdoa memohon pada-Nya. (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsulut/mahzani-sastra-lisan-orang-minahasa/).
Jadi, dari beberapa catatan sebagaimana tersebut di atas, maka lomba Mazani ini, sejatinya mengedepankan nilai filosofi sastra yang sangat kental dengan bahasa Tombulu.
Maka jika tidak memahami bahasa/sastranya, tentu saja proses penilaian akan bias dan tidak fokus pada nilai filosofi yang utama.
Demikian juga, misi penting dalam Mazani ini adalah upaya pemertahanan nilai-nilai budaya melalui perlombaan yang rutin, dan tentu saja melibatkan semua kalangan, baik orang tua, pemuda, bahkan anak-anak.
Selamat merayakan Ulang Tahun Negeri Rurukan yang ke-175 tahun.
(***)
