Amurang—Bahan Bakar Minyak (BBM) batal dinaikan Pemerintah SBY. Tetapi, Pertamax sendiri justru naik. Seperti di Jakarta, per liter berkisar Rp 10.300. Tetapi, di Kabupaten Minahasa Selatan kenaikan hingga Rp 11.350/liter. Sangat berat sekali, sebab lambat laun sudah ada konsumen yang menggunakan BBM non Subsidi seperti Pertamax.
Dari pantauan beritamanado, SPBU Kapitu justru menjual Rp 11.350/liter. Sedangkan SPBU Amurang Rp 11.300/liter. Sama halnya SPBU Tumpaan, menjual Pertamax dengan harga Rp 11.300/liter. Ternyata setiap SPBU menjual tidak sama. Apakah pihak Pertamina Manado tidak menyeragamkan harga Pertamax untuk wilayah Sulawesi Utara misalnya.
‘’Ya, sangat memberatkan kalau justru harga Pertamax, BBM non Subsidi dijual diatas Rp 11.350/liter. Bagi kami memang sementara menggunakan BBM diatas. Karena ternyata kualitasnya sangat baik sekali. Bahkan, kendaraannya menjadi sangat cepat dan baik sekali. Tetapi, setelah pemerintah menaikan harga Pertamax. Maka, itu sangat memberatkan saya,’’ ujar Johnny Pattyranie, warga Buyungon yang memang selalu menggunakan Pertamax pada kendaraan roda duanya.
Menurut Pattyranie, berbeda dengan BBM jenis Premium. Sampai hari ini belum ada kenaikan. Karena, berbagai penolakan terjadi di Jakarta, Medan dan Makassar serta daerah lainnya. Sedangkan, di Manado-Sulut khususnya tidak bergejolak dengan cara berdemo. Tetapi, kenapa BBM jenis Pertamax naik dengan harga diatas.
‘’Apakah pemerintah tak bisa menyeragamkan harga BBM jenis Pertamax. Nah, pemerintah harus tegas soal harga BBM jenis Pertamax. Misalnya, ada harga HET-nya. Supaya lagi, pengguna atau konsumen bisa merasa puas dengan harga yang ditentukan pemerintah,’’ katanya.
Menurutnya, mungkin saja masih ada pengguna BBM jenis Pertamax yang tak peduli soal harga. Tetapi, bagi kami walau hanya kendaraan roda dua tetap merasa sangat berat. ‘’Usulnya, pemerintah harus memutuskan harga satuannya atau HET. Kalau sudah ada HET, tak ada kata lain harus menggunakan Pertamax. Sebagai contoh, apakah pemerintah daerah juga menggunakan Pertamax terhadap kendaraannya,’’ tanya Johnny.
Kabag Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel Drs Corneles Mononimbar mengaku soal harga Pertamax akan dikonsultasikan lagi dengan PT Pertamina (Persero) Wilayah Manado. ‘’Memang berat, tetapi ini baru akan dilakukannyaa. Dan yang memberi keputusan, juga berasal dari Pertamina,’’ tukas Mononimbar. (and)

