Dalam pertemuan ini telah dibuat pula konsep ‘Pernyataan Penyelesaian’.
21 Maret 1961
Di gereja Malenos, Pernyataan Penyelesaian tersebut di paraf oleh FJ Tumbelaka di satu pihak, dan oleh Abe Mantiri serta Lendy Tumbelaka di lain pihak. Ditetapkan pula bahwa upacara penandatanganan Pernyataan Penyelesaian akan dilangsungkan 4 April 1961.
1 April 1961
Diadakan pertemuan kesembilan di Malenos untuk menetapkan tata upacara penandatanganan Pernyataan Penyelesaian.
Hadir FJ Tumbelaka dan Kapten Aris M dari Kodam di satu pihak, serta Lendy Tumbelaka dan Wim Tenges di pihak lain.
3 April 1960
Pertemuan terakhir (ke-10) di Ritei antara FJ Tumbelaka dengan DJ Somba, Abe Mantiri, Lendy Tumbelaka dan Wim Tenges tentang Upacara yang akan dilangsungkan 4 April 1961.
4 April 1961
Upacara Pernyataan Penyelesaian peristiwa Permesta ditandatangani DJ Somba.
Hadir, Pangdam Brigjen Soenandar dan jajaran, serta DJ Somba dan jajarannya. Pangdam menerima defile pasukan Permesta
Setelah upacara 4 April 1961 di antara Malenos dan Lopana (sekarang Malenos Baru, Minahasa Selatan), dirangkaikan dengan Upacara di Woloan, Tomohon, yang dihadiri Mayjen Hidayat Martaatmaja dan Brigjend Ahmad Yani, lalu Upacara di Papakelan Tondano dihadiri MKN/Kasad, Jenderal AH Nasution.
Catatan dari DJ Somba, 25.000 personel Permesta dengan sekitar 7000 pucuk senjata yang ikut penyelesaian 4 April 1961 atau Permesta kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi.
(***/dari berbagai sumber dan catatan FJ Tumbelaka)
