Berita Utama

Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa

17 Desember 1960

Pertemuan keempat dengan Abe Mantiri dan Arie Supit di sekitar Malenos, Amurang.

Dalam pertemuan ini pihak Permesta menyampaikan beberapa amandemen atas “rencana penyaluran” dan dibicarakan pula prosedur pelaksanaan penyelesaian.

ADVERTISEMENT

Adapun prosedur penyelesaian, seruan MKN/Kasad, penandatanganan pernyataan oleh pihak Permesta, penghentian tembak-menembak dan permusuhan, penentuan rayon-rayon, serta inspeksi MKN/Kasad.

Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa
Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa. (Dokumentasi Kel FJ Tumbelaka)

27 dan 28 Desember 1960

Hasil pertemuan keempat, dilaporkan oleh FJ Tumbelaka kepada Ir Djuanda, MKN/Kasad dan Brigjen Ahmad Yani.

12 Februari 1961

Pertemuan kelima FJ Tumbelaka dengan DJ Somba, Abe Mantiri dan Lendy Tumbelaka di sekitar Malenos.

Dalam “rencana penyaluran” yang dalam garis besarnya disetujui, masih perlu penjelasan. DJ Somba meminta waktu untuk menyampaikan keputusannya kepada komandan-komandan bawahannya.

27 Februari 1961

Pertemuan keenam FJ Tumbelaka dengan Abe Mantiri dan Lendy Tumbelaka. Mereka menjelaskan tentang kesulitan dan kesukaran intern dan mengharapkan kesabaran, pengertian dan kebijaksanaan pihak pemerintah.

20 Maret 1961

Pertemuan ketujuh FJ Tumbelaka dengan AE Kawilarang, Abe Mantiri dan Lendy Tumbelaka di Maliku. AE Kawilarang memerintahkan kepada Abe Mantiri dan Lendy Tumbelaka untuk menandatangani surat-surat yang dianggap perlu dalam penyelesaian ini, karena DJ Somba belum kembali dari perjalanan ke Minahasa Selatan.

Dalam pertemuan ini telah dibuat pula konsep ‘Pernyataan Penyelesaian’.

21 Maret 1961

Di gereja Malenos, Pernyataan Penyelesaian tersebut di paraf oleh FJ Tumbelaka di satu pihak, dan oleh Abe Mantiri serta Lendy Tumbelaka di lain pihak. Ditetapkan pula bahwa upacara penandatanganan Pernyataan Penyelesaian akan dilangsungkan 4 April 1961.

1 April 1961

Diadakan pertemuan kesembilan di Malenos untuk menetapkan tata upacara penandatanganan Pernyataan Penyelesaian.

Hadir FJ Tumbelaka dan Kapten Aris M dari Kodam di satu pihak, serta Lendy Tumbelaka dan Wim Tenges di pihak lain.

3 April 1960

Pertemuan terakhir (ke-10) di Ritei antara FJ Tumbelaka dengan DJ Somba, Abe Mantiri, Lendy Tumbelaka dan Wim Tenges tentang Upacara yang akan dilangsungkan 4 April 1961.

4 April 1961

Upacara Pernyataan Penyelesaian peristiwa Permesta ditandatangani DJ Somba.

Hadir, Pangdam Brigjen Soenandar dan jajaran, serta DJ Somba dan jajarannya. Pangdam menerima defile pasukan Permesta

Setelah upacara 4 April 1961 di antara Malenos dan Lopana (sekarang Malenos Baru, Minahasa Selatan), dirangkaikan dengan Upacara di Woloan, Tomohon, yang dihadiri Mayjen Hidayat Martaatmaja dan Brigjend Ahmad Yani, lalu Upacara di Papakelan Tondano dihadiri MKN/Kasad, Jenderal AH Nasution.

Catatan dari DJ Somba, 25.000 personel Permesta dengan sekitar 7000 pucuk senjata yang ikut penyelesaian 4 April 1961 atau Permesta kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi.

(***/dari berbagai sumber dan catatan FJ Tumbelaka)