Berita Utama

Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa

Adapun hasil pertemuan:

  1. Pihak Permesta bersedia mengadakan penyelesaian.
  2. Pertemuan berikut ditetapkan pada 1 Mei 1960. DJ Somba akan memanggil beberapa Komandan bawahannya. Di dalam pertemuan ini disampaikan pula kepada DJ Somba, bahwa meskipun diadakan usaha-usaha ke arah penyelesaian, tetapi operasi-operasi militer dilancarkan terus.
Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa
Melawan Lupa! 4 April 1961 Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Ini Runutan Peristiwa. (Dokumentasi Kel FJ Tumbelaka)

Setelah mengadakan hubungan dengan Kolonel Soerachman, 14 April 1960, FJ Tumbelaka melaporkan hasil pertemuan di Matungkas kepada MKN/Kasad, Jenderal AH Nasution di Jakarta.

Berhubung pengangkatan FJ Tumbelaka sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tengah (Sulutteng) yang diberi tugas khusus untuk urusan keamanan pada 20 Mei 1960, maka pertemuan kedua dengan DJ Somba tidak dapat diadakan pada waktunya (pasca pertemuan Matungkas, lahir provinsi baru, Sulutteng, sebagai pemekaran dari Provinsi Sulawesi).

31 Mei 1960

FJ Tumbelaka mengucapkan pidato radio (RRI) yang ditujukan kepada pihak Permesta.

Pertengahan Juli 1960

Tjame Ticoalu berangkat lagi untuk menghubungi DJ Somba.

9 Agustus 1960

Diadakan pertemuan kedua dengan DJ Somba, Abe Mantiri dan Wim Tenges di Popareng, Teluk Amurang (sekarang Minahasa Selatan).

Pertemuan pada malam hari, FJ Tumbelaka datang melalui kapal yang berlabuh di lepas pantai dan dijemput oleh pihak Permesta dengan perahu.

Adapun hasil pertemuan tersebut:

  1. Telah timbul pengertian lebih baik tentang perkembangan dalam negeri.
  2. Politik tidak dipersoalkan lagi.
  3. DJ Somba meminta rencana penyaluran untuk anggota Permesta.

Diketahui, ketika pertemuan di Popareng, FJ Tumbelaka telah menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah.

Selanjutnya, hasil pertemuan Popareng dilaporkan kepada MKN/Kasad, Jenderal AH Nasution pada 11 dan 12 Agustus 1960 sewaktu mengadakan inspeksi di Manado.

6 Oktober 1960

Diadakan rapat di Tretes, JawaTimur dihadiri Brigjen Ahmad Yani, Kolonel Soerachman, Kolonel Soenandar Pridjosoedarmo (kala itu masih Kepala Staf KOANDA – Kalimantan), Kolonel Kartidjo, Overste. Dr Soemantri dari SUAD – I, Overste Soetarto dan FJ Tumbelaka.

Di rapat tersebut ditetapkan garis-garis besar tentang penyaluran anggota Permesta.

9 Oktober 1960

FJ Tumbelaka dan Overste Soetarto berangkat ke Manado dengan sebuah pesawat bomber dari AURI (TNI AU).

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara