
Maya Rumantir
Jakarta, BeritaManado.com — Laskar Merah Putih (LMP) pimpinan Arsyad Cannu merupakan sebuah ormas yang memiliki kepedulian untuk bersama elemen bangsa lainnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibawah naungan Merah Putih .
Namun ada satu hal yang menjadi pemikiran Ketua Dewan Pembina LMP Maya Rumantir, dimana untuk saat ini Laskar Merah Putih harus tampil beda dengan ormas lainnya.
Nama Laskar Merah Putih jelas menggambarkan seperti apa dan bagaimana ormas yang telah disahkan Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai organisasi yang legal dan dipimpin oleh Arsyad Cannu.
“LMP termasuk yang ada di Sulawesi Utara akan tampil beda. Spirit nilai perjuangan LMP diharapkan lahir dan berkembang dari keluarga sebagai kelompok masyarakat terkecil,” kata Anggota Komite IV DPD RI ini.
Ditambahkannya, jika hal tersebut terjadi di tengah-tengah keluarga, maka dapat dipastikan tentang waktu tertentu, seorang anak akan hidup dan merasakan atmosfir nasionalisme yang tinggi di antara lingkungan keluarga.
Jika satu keluarga berhasil menuntun anaknya dalam bingkai keimanan agama yang dianut, ditambah wawasan kebangsaan menyangkut empat pilarnya yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, maka saat dewasa anak tersebut dapat menjadi Laskar Merah Putih yang sejati.
Senator Maya Rumantir sendiri berharap warga Sulut mulai dari jenjang anak-anak, remaja, pemuda, bapak, ibu dan lansia, kelak akan menjadi kader Laskar Merah Putih yang memiliki visi menjaga eksistensi merah putih sepanjang masa.
“Indonesia saat ini sedang dilanda badai intoleransi, berupa munculnya gelombang penolakan kehadiran atau aktivitas peribadatan sejumlah jemaat Kristen pada beberapa daerah di Indonesia,” jelasnya.
Itu hanya satu dari sekian banyak ancaman terhadap eksistensi NKRI oleh oknum-oknum mengatasnamakan agama dengan alasan perijinan dan lain sebagainya.
“Semoga kehadiran LMP di Sulawesi Utara saat ini dapat memberikan warna baru terhadap semua sendi kehidupan manusia. Kiranya juga semua kader dan Pengurus LMP juga dapat menjadi teladan yang baik bagi kehidupan banyak orang,” harapnya.
(Frangki Wullur)
