
Penulis: Frangki Wullur I Jakarta
Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus evaluasi terhadap arah kebijakan pemerintah terhadap sektor pendidikan di tanah air termasuk di daerah-daerah.
Anggtoa DPD RI Maya Rumantir yang dikenal dengan perhatiannya dalam dunia pendidikan, mengatakan bahwa pendidikan karakter menjadi poin penting dan utama dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia.
Menurt Anggota Komite IV DPD RI ini, visi Indonesia Emas 2045 sudah harus diupayakan sejak saat ini, dimana ada langkah-langkah yang sudah harus dieksekusi pemerintah pusat hingga daerah.
Maya Rumantir sendiri mengatakan bahwa ada alasan mendasar mengapa karakter itu penting dalam dunia pendidikan saat ini.
“Karakter akan menjadikan seseorang itu memiliki kepribadian yang baik dan tanggung. Jika karakter seseorang dibentuk dan berpreoses dalam komunikasi dan lingkungan yang membawa pengaruh yang positif, maka hasilnya juga akan positif. Demikian juga sebaliknya, apabila seorang anak itu dibiarkan tumbuh dalam lingkungan yang tidak baik, maka ia akan terpengaruh dengan gaya hidup yang tidak baik,” ungkap Maya Rumantir.
Bukan hanya sekedar retorika, Maya Rumantir sendiri menyampaikan kesaksian bahwa dirinya telah mempraktekkan tetang pendidikan karakter terhadap putri terkasih yang saat ini sedang menimbah ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sejak SD hingga SMA, yang ditanamkan Maya Rumantir yaitu sikap senantiasa hidup mengandalkan serta takut akan Tuhan.
“Kehidupan sehari-hari kami keluarga selalu dimulai dan diakhiri dengan doa. Hal ini akan membentuk sikap dan moral seorang anak untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Dengan demikian, karakter positif yang terbantuk akan terbawa terus hingga menempun pendidikan tinggi, bahkan sampai ke dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Terkait Visi Indonesia Emas 2045, Maya Rumantir sendiri tetap berkomitmen dalam kapasitasnya untuk memberi diri untuk turut mempersiapkan generasi muda Indonesia agar siap menghadapi aneka tantangan zaman.
