
Kakas, BeritaManado.com — Dermaga Amphibi yang ada di Desa Tasuka Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa butuh perhatian pemerintah dan juga masyarakat.
Keberadaannya saat ini terkadang terjepit dengan perkembangan enceng gondok yang pada waktu tertentu cepat sekali menutupi pinggiran Danau Tondano di Desa Tasuka.
Upaya pemerintah dan masyarakat dalam bakti sosial pengangkatan enceng gondok beberapa waktu lalu sepertinya tidak cukup untuk mengimbangi perkembangan enceng gondok tersebut.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Minahasa Marlon Mondong saat dihubungi BeritaManado.com, Selasa (2/11/2021) mengatakan bahwa Dermaga Amphibi Tasuka adalah bukti sejarah keberadaan penjajah Jepang di Sulawesi Utara, khususnya Minahasa.
“Ini harus dijaga melalui program berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun segenap elemen masyarakat Minahasa. Kami merencanakan pada waktu yang memungkinkan untuk berkunjung ke lokasi tersebut dal menggelar batsi sosial bersih-bersih enceng gondok,” kata Marlon Mondong.
Ditambahkannya, Pemuda Katolik Komcab Minahasa mendukung penuh upaya pemerintah dan juga masyarakat dalam pelestarian situs sejarah di Kabupaten Minahasa, dimana salah satunya yaitu Dermaga Amphibi Tasuka.
“Kami berharap, Dermaga Amphibi Tasuka kelak, selain menjadi objek wsiata sejarah, juga dapat menjadi sarana untuk mengenang tahun-tahun bersejarah keberadaan bangsa Jepang di wilayah Minahasa menjelang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.
Marlon meyakini, jika kawasan tersebut ditata dengan baik, bukan tidak mungkin pemerintah dapat menarik minat wisatawan Jepang untuk berkunjung ke Minahasa, tepatnya lokasi Dermmaga Amphibi Tasuka.
(Frangki Wullur)
