Berita Utama

WCRC 2014 Hanya Ajang Pencitraan Pemerintah

Proses reklamasi yang dilakukan perusahaan tambang di Pulau Bangka (foto ist)
Penimbunan turumbu karang di Pulau Bangka (foto ist)

Manado – Ketua KMPA Tunas Hijau, Maria Taramen menuding bahwa, pelaksanaan World Coral Reef Conference (WCRC) yang pelenggaraannya di Kota Manado hanyalah ajang pencitraan untuk pemerintah Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Utara khususnya.

Aktivis peduli lingkungan ini pun menegaskan bahwa di saat negara ini terkenal sebagai inisiator penyelamatan terumbu karang di dunia dan Sulawesi Utara menjadi tuan rumah dari ajang ini, di saat bersamaan penghancuran besar-besaran terumbu karang oleh perusahaan tambang ilegal justru terjadi di Pulau Bangka.

Ditambahkannya, ketika WCRC digelar, pemandangan miris dan menyedihkan terlihat di Pulau Bangka dengan adanya penimbunan pantai yang menyebabkan ikut rusaknya terumbu karang dan habitat spesies-spesies ikan langka. Yang anehnya, penimbunan ini di kawal ketat oleh aparat keamanan Brimobda Sulut dan dari pemerintah Minahasa Utara yang di wakili oleh Camat Likupang timur.

“Saya menyesal mempunyai pemerintah yang isinya manusia-manusia munafik tak punya hati dan memiliki aparat negara yang menjadi penjaga perusahaan tambang bukan menjadi penegak hukum yang sebenarnya, memalukan,” sesal Taramen. (leriandokambey)

Satu tanggapan untuk “WCRC 2014 Hanya Ajang Pencitraan Pemerintah”

  1. Betul itu, pemerintah daerah setempat sangat munafik. Kalo memang tujuan dari WCRC untuk melindungi terumbu2 karang di perairan SULUT, mengapa mengiyakan perusahaan tambang membangun di daerah itu?

    Saya dengar dari BBC UK(ya berita ini sudah terekspos sampai diluar negeri) bahwa Bpk Sompie Singal mengatakan bahwa izin tambang tersebut legal. Pertanyaan saya: mengapa memberikan izin tersebut??? Mendingan WCRC dibatalkan saja!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara