
Amurang – Peningkatan hasil tangkap ikan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditentukan dari banyaknya jumlah armada yang beroperasi. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Minsel mencatat sedikitnya 1.427 armada terdiri dari kapal motor, motor tempel dan perahu tanpa motor aktif beroperasi yang difungsikan oleh sekira 5.528 nelayan.
Kabid Perikanan Tangkap Trully Botto menjelaskan, penambahan armada tangkap ikan memang berpengaruh pada peningkatan atau pencapaian target hasil tangakapan ikan. Itu terlihat dari hasil tangkap ikan di 2013 dan 2014 hingga kuartal pertama di 2015 yang mengalami kenaikan. Dimana hasil tangkap ikan masih didominasi jenis ikan Mandidihang dan Cakalang dengan hasil tangkap perkuartal rata-rata 2.100 ton.
‘’Untuk nilai hasil tangkap ikan di 2013 yang mencapai 550 miliar rupiah, terjadi peningkatan di 2014 yang mencapai 700 miliar rupiah. Dan kemungkinan di 2015 akan ada kenaikan melihat perolehan hasil tangkap di kuartal pertama,’’ ungkapnya
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minsel Roy Mandey mengungkapkan, pihaknya akan memprioritaskan penambahan armada untuk memacu hasil tangkap ikan, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengusulan penambahan armada.
Mandey menuturkan, bahwa sudah beberapa kali melakukan pemantauan di laut Minsel dan melihat potensi cukup besar untuk peningkatan hasil tangkap ikan. Para nelayan tentunya akan difasilitasi dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Pihaknya pun mempelajari upaya untuk meningkatkan hasil tangkap ikan dengan memaksimalkan operasi jumlah armada, menambah fasilitas tangkap, serta memberikan pelatihan bagi nelayan untuk peningkatan sumber daya nelayan.
‘’Denganya ditargetkan peningkatan hasil tangkap di 2015 bisa mencapai 15.000 ton ,’’ sebut Mandey (sanlylendongan)
