Lucky mengakui kerja-kerja cepat seperti dirinya akan terus dilakukan.
Menampung aspirasi sebagai pokok pikiran, kemudian dibahas pada tahapan berikut, bukanlah tipe dari Lucky.
“Mohon maaf, justru dengan menampung aspirasi seperti itu dapat menciptakan peluang korupsi, sebab berpotensi terjadi bargaining dan sebagainya,” tandasnya.
Pengamat Sosial dan Politik, Mahyudin Damis, mengapresiasi kerja-kerja dari Lucky.
Menurut Mahyudin, agresifitas dan inisiatif Lucky sebagai pelayan rakyat merupakan sesuatu yang langka.

Mahyudin bahkan berani menjamin legislator seperti Lucky merupakan satu-satunya di Indonesia.
“Dia itu tidak kenal siang atau malam, hujan dan panas. Saat rekan sejawad sedang terlelap di balik selimut hangat, Lucky Datau hujan-hujanan melayani warga,” tegas Mahyudin.
Model seperti inilah, lanjut Mahyudin, yang layak dikatakan wakil rakyat.
Apalagi, kata Mahyudin, mereka disumpah saat pelantikan untuk mengutamakan kepentingan umum ketimbang hal-hal pribadi.
“Datang, duduk kemudian pulang, bukanlah gaya Lucky. Dia punya beban moral kepada rakyat. Dan itu konsisten hingga di tahun keempat,” terang Mahyudin.
Mahyudin menegaskan, model legislator seperti Lucky sangat disukai oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw.
Sebab, berbagai temuan Lucky di lapangan selalu menjadi pekerjaan ekstra bagi dinas untuk menjalankan fungsinya.
“Sebenarnya cara-cara Lucky sangat membantu SKPD yang menjadi mitra kerja. Kenapa? karena dengan berbagai objek rusak dan harus dibenahi, akan membuat anggaran terserap lebih baik. Dan itu prestasi bagi eksekutif,” tandasnya
(Alfrits Semen)
