Internasional

Mahasiswa Indonesia Apresiasi Pelestarian Warisan Budaya China

Di sisi lain, ia menilai banyak desa tradisional di Indonesia menghadapi tantangan modernisasi, berkembangnya sektor pariwisata, hingga berkurangnya penggunaan teknik pembangunan tradisional.

Karena itu, Veldesen melihat peluang besar bagi Indonesia dan China untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan warisan budaya. Menurutnya, kolaborasi dapat dilakukan melalui pertukaran mahasiswa, arsitek muda, peneliti, hingga pengembangan teknologi digital seperti pemindaian 3D, kecerdasan buatan (AI), dan dokumentasi digital.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pelestarian.

“Melindungi bangunan kuno saja tidak cukup. Masyarakat setempat harus tetap menjadi bagian dalam proses tersebut, agar warisan budaya terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Veldesen.

Selama mengikuti kegiatan di Shanxi, Veldesen terus menuangkan keindahan arsitektur kuno dalam bentuk sketsa. Ia berharap karya-karyanya mampu mengajak lebih banyak generasi muda memahami nilai budaya yang terkandung di balik bangunan tradisional.

“Ketika Anda menggambar setiap detailnya dengan cermat, Anda mulai memahami kearifan para perajin kuno beserta kisah di balik arsitektur tersebut,” paparnya.

Ke depan, Veldesen berharap dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dan China dalam bidang pelestarian warisan budaya, arsitektur, dan pengembangan budaya sehingga pengalaman kedua negara dapat saling memperkaya untuk generasi mendatang.

Sumber: Kantor Berita Xinhua | Dipublikasikan atas kerja sama dengan BeritaManado.com.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara