Berita Utama

Lumentut: Penertiban Baliho Murni Penegakkan Aturan, Jangan Dipolitisasi

Lumentut: Penertiban Baliho Murni Penegakkan Aturan, Jangan Dipolitisasi
Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (foto beritamanado)

Manado – Walikota Manado DR Vicky Lumentut saat sambutan usai ibadah HUT media online BeritaManado.com ke-4 tak lupa memberi pesan kepada jemaat dan masyarakat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

Lumentut juga memberikan alasan penertiban baliho yang dilakukan Pemkot Manado yang sementara hangat menjadi perbincangan.

Lumentut: Penertiban Baliho Murni Penegakkan Aturan, Jangan Dipolitisasi
Kiri ke Kanan: Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu, Walikota Manado Vicky Lumentut, Komisaris PT Air Manado Albert Wuysang dan Wakil Ketua Dekot Manado James Karinda saat menghadiri HUT BeritaManado di kediaman Pemred BeritaManado.com

“Tahun 2012 adalah Tahun Disiplin. Nah, bicara disiplin berarti ada aturan yang harus dilaksanakan secara konsisten. Salah-satunya adalah penertiban baliho yang kebetulan saat ini dalam suasana Hari Raya Paskah,” tukas Lumentut.

Walikota murah senyum ini juga menyentil reaksi dari sebagian pihak yang diduga sengaja membelokkan permasalahan tersebut ke ranah politik.

“Jangan dipolitisasi karena yang dilakukan murni penegakkan aturan. Aturannya baliho tidak boleh di pasang di sembarangan tempat dan harus ada ijin,” tambah Lumentut.

Selain Lumentut, hadir pada acara HUT BeritaManado.com ke-4 dan HUT Pemred Hanny Sumakul ke-41 ini, Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu, Wakil Ketua DPRD Kota Manado James Karinda, Asisten III Pemkab Minahasa Selatan James Tombokan dan tokoh-tokoh pemuda Sulut berbaur bersama undangan lainnya. (jerry)

11 tanggapan untuk “Lumentut: Penertiban Baliho Murni Penegakkan Aturan, Jangan Dipolitisasi”

  1. Pak wali mulai berani melawan gereja heheh.
    Itu bukan politisasi tapi religisasi.
    Hati2 pak wali, jang sama nasib deng Pdt. Siwu.
    Lanjutkan pak Wali. Cuma segelintir org yang skt hati kwa.

  2. Sannie, kalu semua tindakan musti pake perasaan maka hele mo disiplinkan diri sendiri juga gak bakalan bisa.
    Netter kaktif, so semakin dapa lia ngana pe biongo. Mo kaitkan tu agama dengan baliho. Ngana pe pemahaman agama rupa miring.

  3. Kalau dalam rangka disiplin, disiplinkan dulu aparat yang sering jam kerja ada di Mall. Bukan balihonya.

  4. Rasanya ndak salah pasang baliho Paskah, sebagai wujud kegembiraan karena Yesus bangkit. KebangkitanNya mestinya disambut dgn penuh sukacita, krn kalau Dia tdk bangkit iman kita sia-sia. Kalau pemasangan baliho paskah sebagai bentuk sukacita. No Problem. Ini bukan membawa-bawa agama. Dalam perayaan hari2 khusus, agama2 yang ada didaerah kita Manado, ndak salah juga pasang Baliho.

  5. Je kalu torang dua adu dilapangan tikala kong suru pilih pa masyarakat manado sstuju atau tidak mengenai pencopotan baliho paskah sebagai tanda ucapan bahwa umat kristiani melaksanakan paskah””yang pasti ngana pe kapala dorang gantong di tiang bendera “”mar ngana agama apa je dari ngana suka skali cabu tu baliho paska””sinyo nganatau dia agama apa ….atau ngoni dua seludupan dari neraka bekeng kacau manado supaya feki dorang tamba injak””””soalnya kalu orang kristen nyandak bagini tu model sedangkan mati diatas puru parampuang dorang bekeng ibadah bae2 kong pasang baliho basar “”apalagi yesus mati Karena ngoni dua pe ulah””””

  6. Netter kaktif, cuma orang biongo yang mengaitkan baliho dengan agama. Sejak kapan baliho beragama? Emang Yesus pernah pasang baliho?
    Sinyo, kita setuju dengan ngana pe usul. Bilang pa Pol PP pi pasang di tu baliho pa tu anggota dewan yg da ba protes. Jangan lupa pi bawa akang barang beberapa pa netter kaktif pe rumah le.

  7. Je “kita bodok mar ngana lebe bodok so jelasjelas baliho paskah dorang ada cabu berarti masalah agama””berarti pemerita kota manado sondaK hormat tu orang kristen deng baru kali ini terjadi dan jadi sejara pa pemeritah feki “”Tuhan yeus mon marah pa dia “kita month lia kuak month panjara dia ini”””HUKUM boLeh dia lawan tapi ini TUHAN YESUS pasti ada ganjaran “

  8. Setuju ! Aturan harus ditegakkan, apapun alasanya jika melanggar hukum harus ditindak. Masalah baliho saja diributkan. Saya usul pak wali, bagaimana jika semua baliho yang ditertibkan dipasang kembali di rumah orang2 yang komplain biar sadar !

  9. Gak usah dipikirin. Yang komentar itu kan orang2 yg cuma lagi cari pendukung. Ada juga yg mengulang2 soal itu di group diskusi FB, dan nampaknya orang yg mengulang2 itu lagi cari perhatian. Apalagi kemudian komentar2 yang berkembang lebih mengarah pada provokasi agama. Ada di satu group yg bilang ‘Manado daerah Kristen kiapa mo cabu tu baliho’. Sayang sekali, keprihatinan justru dicampuradukkan dengan sentimen agama.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara