MANADO – Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2009 dimanfaatkan sejumlah elemen masyarakat yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Mitra melakukan unjuk rasa penolakan logo Burung Merpati oleh pihak Pemkab Mitra.
“Kami ingin demo anti korupsi tapi sekarang masalah ini peling serius di Mitra,” ujar seorang pendemo. Ratusan warga berasal dari GAMKI, Pakasan Tonsawang, Pakasan Pasan, Pakasan Ponosakan, Brigade Manguni, Bamus Ponosakan dan Bamus Tonsawang mendesak Bupati Telly Tjangkulung membatalkan penggunaan logo baru Mitra.
Menurut Novie Kolinug, logo Manguni adalah simbol budaya Mitra sejak dulu, jika ada yang menggantinya akan berhadapan dengan rakyat Mitra, “daripada logo diganti lebih baik Bupati yang diganti,” teriak Novie disoraki ratusan pendemo lainnya.
Setelah didesak akhirnya Bupati bersedia menemui para pendemo, “saya hanya sebatas mengusulkan pergantian logo kepada Pemprop,” ujar Tjangkulung kepada pendemo termasuk beberapa politisi Golkar.
Demo dilanjutkan di Kantor DPRD Mitra yang disambut Ketua Dekab Tonni Hendrik Lasut dan sejumlah anggota dewan. DPRD akhirnya menandatangani surat pernyataan mendukung SK Gubernur yang menolak ranperda logo Merpati. (JRY)

Tidak ada sejarahnya lambang minahasa itu burung pombo (Merpati)….
Lambang minahasa itu Burung Manguni, (burung hantu)…
Bahkan lambang GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) adalah burung hantu, jadi kembalikan harga diri Minahasa seutuhnya……
Hidup Minahasa…….I Yayat U Santi
Setuju, ganti lambang berarti ganti bupati!!!! Hidup Manguni
Saya sangat mendukung DEMO untuk menolak pergantian lambang mitra….
masyarakat MITRA harus terus mendesak tjangkulung kalau perlu di’TURUNKAN’
ada satu kalimat dari TOU MINAHASA
buat seluruh masyarakat mitra ”Apa bila lambang MANGUNI di ganti,KALIAN BUKAN SAUDARA KAMI LAGI”
I YAYAT U SANTI
jakarta..10/12/2009
pernyataan tonaas wangko Brigade manguni Indonesia dari markas dewan pimpinan tonaas BM Ind…kompleks allson apartmn Jakarta,
“BM Ind. tidak akan mundur dan akan ada demo terus menerus dari elemen
masyarakat sampai masalah pergantian logo manguni tuntas..”
hal senada juga di sampaikan warga minahasa di jakarta.. bahwa pergantian logo manguni adalah pelecehan adat minahasa yang sangat mendasar untuk itu dukungan untuk “mengadili” pemkab Mitra adalah dengan demo damai. “kalo perlu turunkan saja bupati Mitra Tj….kata tonaas wangko …