
Minut, BeritaManado.com – Maksud hati hendak pergi berlibur, kelompok remaja ini malah kena petaka.
Adalah Yonathan Rumimpunu, remaja asal Desa Wasian Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dilaporkan hilang saat sedang mandi di Pantai Paal Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur, Minut, Minggu (6/2/2022).
Dari keterangan sejumlah saksi, korban Yonathan datang bersama sejumlah temannya ke Pantai Paal.
Sekitar pukul 15.00 Wita, gelombang laut mulai tinggi namun kelompok remaja itu tetap mandi.
Sayangnya, sekitar pukul 17.00 Wita, korban tiba-tiba hilang.
Seorang netizen yang sempat merekam suasana Pantai Paal, terdengar panik ketika mengetahui bahwa orang yang sedang mandi di pantai rupanya telah hanyut.
“Orang anyor, ya anyor betul (orang hanyut, ya hanyut betul, red),” suara netizen yang diunggah di akun Facebook Meita Lontaan.
Sampai sore ini, video tersebut telah dibagikan sebanyak 1.796 kali dan dikomentari sebanyak 605 komentar.
Kepala Kantor SAR Manado Suhri Sinaga mengatakan, korban Yonathan Rumimpunu mandi sendirian pada pukul 17.00 Wita.
“Teman-temannya sudah mengingatkan jangan ke tengah dikarenakan gelombang ombak tinggi, teman-temannya sudah menunggu 15 menit akan tetapi korban tidak muncul. Lalu teman-teman korban lari di pinggiran pantai untuk mencari keberadaan korban akan tetapi tidak menemukan korban, akhirnya teman korban melaporkan ke penjaga pantai agar melaporkan ke Basarnas,” ujar Sinaga dalam keterangan pers, Senin (7/2/2022).
Lanjut Sinaga, Pos SAR Likupang menerima laporan orang hilang pada pukul 17.30 Wita, Minggu (6/2/2022) kemudian langsung bergerak ke lokasi.
“Tim Basarnas dan masyarakat setempat serta keluarga korban mencari keberadaan korban dengan melakukan penyisiran di pinggiran pantai menggunakan penerangan lampu senter. Sampai malam, sekitar pukul 21.00 Wita, korban belum kelihatan,” lanjut Suhri.
Selanjutnya Basarnas mengerahkan 10 personil untuk pencarian korban dengan teknik penyelaman dengan alat baru Aqua Eye.
Alat tersebut berfungsi seperti sonar yang digunakan untuk mendeteksi benda-benda yang ada di dalam air dengan tangkapan radar sampai 50 meter.
“Kami harap dengan menggunakan alat canggih aqua eye ini, pencarian terhadap korban bisa lebih maksimal,” pungkas Sinaga.
(Finda Muhtar)
