
Dumoga, BeritaManado.com – Masa setelah SMA merupakan masa dimana seseorang mulai menentukan arah dan tujuan hidupnya.
Memilih untuk meneruskan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja semua adalah pilihan, dan pilihan itulah yang akan mengarahkan kemana tujuan hidup seseorang.
Lahir pada 25 November 1997, Maria Tasya Wereh atau akrab disapa Tasya, adalah gadis cantik asal Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Menyelesaikan pendidikan SMAnya di SMA Theodorus Kota Kotamobagu pada 2015, Tasya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan mengambil jurusan Sastra Inggris.
Merasa memiliki bakat yang lebih dalam dirinya, gadis ini pun ingin menggali potensi dirinya dengan mengikuti kontes/ajang pemilihan Uyo dan Nanu (Putra dan Putri) Kabupaten Bolaang Mongondow.
Ternyata apa yang dia harapkan di luar perkiraannya. Berharap hanya untuk sekedar coba-coba saja, Tasya berhasil meraih gelar sebagai Nanu (Putri) berbakat Bolaang Mongondow pada tahun 2016, lewat aksi bernyanyi sambil memainkan gitar akustik.
Namun nasib baik tak selalu datang, Tasya memutuskan berhenti kuliah karena tidak cukupnya dana.
“Yaaa, saya memutuskan berhenti sementara dari perkuliahan, namun saya tidak ingin tinggal diam, saya ingin memanfaatkan potensi yang ada dalam diri saya. Tahun lalu saya mengikuti tes masuk pramugari di salah satu maskapai ternama di Jakarta, dan pujih Tuhan saya bisa lolos dengan banyaknya rintangan yang harus di lewati,” terang Tasya lewat wawancara singkat dengan BeritaManado.com, Sabtu (23/6/2018).
Menurut gadis cantik ini, setiap rintangan yang datang pastinya bisa di lewati dengan usaha keras dan mengandalkan Tuhan, karena tidak ada manusia yang tidak diuji.
“Saat ini saya masih dalam pelatihan, saya berharap bisa melewati masa latihan ini dengan baik dan sudah bisa bekerja,” pungkas dia.
(RyanLombogia)
