Politik dan Pemerintahan

Lemhamnas RI Bahas Masalah Perbatasan Dengan Pemprov Sulut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulut Drs Sanny Parengkuan menyerahkan kenang-kenangan kepada Deputi Pengkajian Strategik Lemhamnas RI Asis Wanto di ruang WOC kantor Gubernur Sulut. (Foto BeritaManado.com)
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulut Drs Sanny Parengkuan menyerahkan kenang-kenangan kepada Deputi Pengkajian Strategik Lemhamnas RI Asis Wanto di ruang WOC kantor Gubernur Sulut. (Foto BeritaManado.com)

Manado – Tim Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhamnas) RI yang dipimpin oleh Deputi Pengkajian Strategik Lemhamnas RI Asis Wanto hari ini membahas masalah perbatasan bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang memaparkan beberapa konsep pembangunan Daerah perbatasan.

“Secara jujur kita memahami bahwa kondisi wilayah perbatasan masih sangat memprihatinkan, terpencil dan terkebelakang, secara politis memberikan peluang terjadinya integrasi asing bagi kegiatan penyeludupan barang, narkoba dan psikotropika, uang palsu, ilegal fishing dan jalur transit gerakan terorisme internasional yang dapat menganggu kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur terbaik se Indonesia ini menyampaikan beberapa konsep pemikirannya dalam penyusunan rencana strategis pembangunan wilayah perbatasan bahwa perlu diarahkan pada pengembangan sistem wilayah pembangunan bersinergi dan berintegrasi dengan wilayah daratan. Hal ini harus didukung dengan koordinasi, integrasi dan singkronisasi program antar sektor maupun antar pelaku pembangunan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi dan keamanan sehingga menjadi daya tarik investasi tiap pembenahan institusi dan infrastruktur untuk mendukung dalam rangka memperkuat pengembangan potensi ekonomi daerah serta memperkokoh struktur ekonomi wilayah perbatasan dengan merevitalisasi institusi-institusi daerah yang strategis berkaitan dengan pembangunan ekonomi.

“Mengutamakan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat lokal dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan dan meningkatkan pendidikan melalui pendidikan formal dan informal,” tambahnya.

Dia mengharapkan agar pelaksanaan ini dapat mengkaji kondisi serta menyusun kebijakan dan strategi percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, khususnya pembangunan invrastruktur dan logistik didaerah perbatasan.

Sementara itu, Asis menyatakan bahwa tim mengunjungi Sulut dengan alasan bahwa Sulut merupakan Daerah terdepan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina. (Jrp)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara