Berita Utama

Lembaga Sensor Film Soroti Potensi Perfilman Sulut

Lembaga Sensor Film Soroti Potensi Perfilman Sulut
Lembaga Sensor Film Soroti Potensi Perfilman Sulut

Manado, BeritaManado.com – Lembaga Sensor Film (LSF) menilai Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam dunia perfilman. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Sub Komisi Hukum dan Advokasi LSF, Saptari Novia Stri, SH, dalam kegiatan Forum Literasi dan Edukasi Hukum di Bidang Perfilman dan Penyensoran yang digelar di Hotel Aston Manado, Kamis (3/7/2025).

Menurut Saptari, geliat komunitas film di Sulut cukup menjanjikan. Namun, masih banyak pembuat film yang belum memahami aturan dan prosedur penyensoran secara menyeluruh.

“Sulut punya potensi besar. Hanya saja, masih banyak yang belum mengetahui aturan-aturan pembuatan film. Edukasi ini penting agar ketika film masuk ke LSF, revisinya sedikit,” ujarnya.

Saptari menegaskan bahwa proses sensor bukan sekadar “menggunting” adegan, tetapi dilakukan secara cermat dan mendalam.

“Kami tidak menggunting. Kami menonton dengan teliti, mencatat menit per menit, detik per detik. Tujuannya untuk memastikan film bisa tayang dengan klasifikasi usia yang sesuai,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa semua film, baik film pendek, layar lebar, maupun jenis lainnya, wajib memiliki tanda lulus sensor sebelum diedarkan ke publik.

 “Tanpa tanda lulus sensor dari LSF, film sulit untuk diputar secara legal,” tegasnya.

Kabar baiknya, kini proses pendaftaran sensor film bisa dilakukan secara daring. Bagi pelaku film di Manado dan daerah lain, tidak perlu datang langsung ke Jakarta.

“Cukup daftar lewat akun resmi, dan maksimal tiga hari, tanda lulus sensor sudah bisa keluar. Biayanya pun sangat terjangkau,” ungkap Saptari.

Ia berharap, insan perfilman di Sulut terus berkarya dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.

“Buatlah film yang kreatif, tapi jangan lupa untuk mensensorkannya. Ini penting agar film bisa dinikmati secara luas dan legal,” tutupnya.

(Jhonli Kaletuang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara