Kota Bitung

Lahia Menangis Menahan Luka Bakar

Lahia Menangis Menahan Luka Bakar
Lahia bocah delapan tahun yang menjadi korban limbah bungkil (foto beritamanado)

Bitung—Isak tangis Dahlan Lahia (8) Warga Girian Permai Kecamatan Girian membangunkan sejumlah pasien di ruangan Irina A lantai II kamar 4 RSUP Prof Kandouw Manado. Ibunya, Yofatra Dukalang berusaha membujuk dan menenangkan Lahia agar berhenti menangis, Sabtu (22/9).

Tapi bocah kelas I Mandrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Bitung itu tetap menangis menahan sakit luka bakar dikedua kakinya dan tangan kananya akibat terperosok kedalam lumpur limbah bungkil. “Pedis mama. Saki skali,” rintih Lahia.

Ibunya berusaha membujuk namun tetap saja suara tangis anak kedua dari dua bersaudara itu terdengar. Nanti setelah seorang perawat yang mendengar tangisannya datang dan menyuntikkan obat penenang baru suara anak itu terhenti.

“Baru kali ini dia menangis dan rewel semenjak kejadian. Katanya perih dan sakit sehingga ia menangis,” kata Dukalang.

Dukalang sendiri mengaku tidak menyangka jika lahan yang selema ini dijadikan warga sebagai jalan tikus mencelakakan anaknya. Padahal menurutnya, setiap hari lahan yang menyerupai lapangan setelah ditimbun  di lingkungan I, Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian itu setiap hari menjadi jalan alternatif bagi warga termasuk anaknya ketika pergi dan pulang sekolah.

“Waktu kejadian kebetulan hanya Lahia yang sementara melintas, jadi ketika ia terperosok tidak ada yang menolongnya. Ia berusaha sendiri keluar dari lumpur panas,” katanya.

Ketika Lahia berhasil keluar dari lumpur, menurut Dukalang, ia langsung berlari ke kali kecil yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian. Mengingat kedua kakinya dan tangan terasa panas terbakar sehingga ia berusaha mendinginkan dengan cara berendam di air.

“Kemungkinan ia berada di kali stenga jam baru ditemukan oleh warga dan mengantarkan pulang ke rumah. Karena ia biasanya pulang sekolah pukul 11.00 Wita tepat dan ketika kejadian ia baru sampai dirumah sekitar pukul 11.30 Wita,” katanya.

Lebih lanjut Dukalang mengatakan, Jumat (21/9), Lahia sudah menjalani operasi mengangkat kulit yang melepuh. “Paling parah adalah kaki kanan, karena kulit telapak kaki terangkat karena hangus terbakar,” katanya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu menahu soal limbah bungkil tersebut, mengingat lokasi kejadian jauh dari kediamannya. Bahkan ia juga mengaku tidak tahu perusahaan dari mana yang membuang limbah bungkil ditempat tersebut.

“Saya tidak tahu harus mengadu kemana dan meminta pertanggungjawaban kepada siapa. Saya hanya mau Lahia cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit,” katanya.(enk)

Satu tanggapan untuk “Lahia Menangis Menahan Luka Bakar”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara