Berita Utama

Kursi Senayan Panas: Eko Patrio dan Uya Kuya Dinonaktifkan dari Anggota DPR RI

Kursi Senayan Panas: Eko Patrio dan Uya Kuya Dinonaktifkan dari Anggota DPR RI
Dua anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya resmi mundur dari DPR RI. [Suara.com]

Jakarta, BeritaManado.com — Guncangan politik di ibu kota mencapai puncaknya hari ini.

Dua politisi kondang dari Fraksi PAN, Eko Patrio (Eko Hendro Purnomo) dan Uya Kuya (Surya Utama), resmi dinonaktifkan dari jabatan mereka sebagai anggota DPR.

Keputusan besar ini diambil menyusul gelombang protes dan kerusuhan di masyarakat yang dipicu oleh pernyataan dan aksi kontroversial keduanya.

Bahkan, rumah keduanya pun diserbu dan dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu dini hari.

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, Informasi yang diperoleh dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, ini adalah langkah strategis untuk meredam situasi panas dan menenangkan publik.

Ini adalah respons langsung terhadap tekanan masif dari masyarakat yang memuncak dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, membenarkan bahwa partainya telah menonaktifkan dua artis itu sebagai anggota fraksi di DPR.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” kata Viva Yoga melalui siaran pers tertulis, Minggu siang.

Sebelum pengumuman mengejutkan ini, Eko Patrio lebih dulu meminta maaf secara terbuka.

Dalam sebuah video di Instagram pribadinya, Eko yang didampingi rekannya, Pasha Ungu, menyampaikan penyesalan mendalam.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya, Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujar Eko.

Meskipun tidak merinci perbuatannya, publik meyakini permintaan maaf itu terkait dengan pernyataan kontroversialnya yang memicu gejolak sosial.

Sikap serupa juga ditunjukkan Uya Kuya.

Ia menjadi sorotan setelah video dirinya berjoget di Gedung DPR viral di media sosial.

Aksi itu terjadi tak lama setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan, sebuah kebijakan yang dianggap sangat tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Aksi Uya pun dinilai sebagai bentuk arogansi dan minimnya empati, yang sontak menyulut amarah publik.

Dalam video permintaan maafnya, Uya Kuya juga menunjukkan penyesalan yang mendalam.

“Saya, Uya Kuya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Tulus dari hati saya yang paling dalam, untuk masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” katanya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara