Politik dan Pemerintahan

Kukuhkan Pengurus GPPMP, Mamahit Akui Kader Sulut Semakin Meredup

Manado – Satu diantara peritiwa nasional yang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa itu dikenal dengan insiden bendera atau peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 1946.

Rektor Universitas Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI Dr Albert Desi Mamahit, mengungkapkan, pada saat sekarang, kader Sulawesi Utara (Sulut) sudah semakin meredup, kurang muncul apalagi berperan signifikan.

Dia memberi contoh, dalam karir kemiliteran, hanya dirinya sendiri kini yang bisa menggapai bintang 3.

Kemudian, untuk bintang 2 mungkin hanya tinggal 3-4 orang, bintang 1 tinggal 6-7 orang, serta kolonel tidak sampai 10 orang.

“Di Kepolisian agak lumayan. Yah, mungkin saja sekarang sudah lebih banyak berkarir di bidang swasta dan itu harus ditunjukkan prestasinya agar bisa diketahui oleh semua orang,” kata Mamahit.

Karena itu, ia menawarkan kepada kader-kader GPPMP dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk mengajukan calon mahasiswa Strata-2 mengikuti kuliah di Universitas Pertahanan (Unhan) tanpa bayar.

“Karena mendapat bea siswa dari negara. Namun tetap (harus) menginkuti persyaratan formal seperti Test Potensi Akademik (TPA) dan “Toefl” minimum di level 500,” ungkap Jenderal berbintang tiga dari Kesatuan TNI Angkatan Laut yang juga menjabat Plt Kepala Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Republik Indonesia (RI).

Ia mengemukakan itu selaku ‘Pinisepuh’ GPPMP, dalam acara “Pengukuhan DPP Generasi Penerus Pejuang Merah Putih 14 Februari 1946 Periode 2015/2020” di Gedung Basarnas, Jakarta.

Dimana kegiatan pengukuhan dihadiri juga oleh Direktur Bela Negara Kemenhan, Laksamana TNI M Faisal, mewakili Menteri Pertahanan, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Bappeda, Roy Roring, Ketua Dewan Penasehat GPPMP, Theo L Sambuaga serta Ketua Dewan Penasehat, Capt Albert Lapian (anak pelaku sejarah utama 14 Februari 1946, BW Lapian/mantan Gubernur Sulawesi).

DPP GPPMP 14 Februari 1946 dihasilkan pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 pada 27 Februari 2015 lalu. Ketika itu, Jeffrey Rawis terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum), didampingi Djemmy Sumakud sebagai Wakil Ketua Umum, yang nantinya ditopang 18 Ketua Bidang.

Tim Formatur yang diketuai Theo L Sambuaga juga menetapkan Donny Lumingas sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), didampingi 18 Wakil Sekjen, Bendahara Umum dipegang Jefferson Lungkang dibantuk 14 Wakil Bendahara, serta lebih 70 kader dari berbagai latar dipercayakan memimpin departemen atau Pengurus Pleno. (Ads)

Tag: GPPMP
BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara