MANADO – Visi dari pemerintah kota menjadikan Manado kota model ekowisata, hingga saat ini tidak menampakan identitasnya sebagai kota yang menyenangkan.
DR Ir Noviati, MURP selaku pengamat tata kota dan tata ruang kepada beritamanado mengatakan bahwa untuk mencapai visi itu pemerintah kota harus bersabar sebab realita saat ini belum menunjukan signal positif.
“Kalau banyak yang menilai kota Manado semrawut, tidak teratur! Ia itu bisa dibenarkan. Sebab pembangunan kota inikan tidak mempunyai perencanaan yang sistematis,” paparnya.
Lebih lanjut Noviati yang saat dihubungi masih berada di Kota Bogor menegaskan bahwa pembangunan kota kalau tidak didasarkan pada konsep RT/RW serta mengacu pada tata ruang kota, maka visi Manado sebagai kota yang menyenangkan hanya sebuah ilusi.
“Pemerintah seharusnya mempunyai fondasi dan kajian tata ruang kota sehingga kesemerawutan bisa teratasi. Saat ini pemkot Manado kan tidak konsisten terhadap perencanaan kota, yang ada hanya perencanaan poltik,” jelasnya lagi. (gn)

hati – hati … Ratio Penambahan Jalan dibandingkan Pertambahan Kendaraan mulai menyimpang jauh.
Kemaceta yg terlihat sekarang adalah awal dari pada kemacetan seperti kota2 besar di indonesia (Jakarta).
Hendaklah dari sekarang Infrastruktur Transportasi Public mulai di dengung2kan, jangan cuma mengandalakan Angkot ….
“Ngalah …. Jalan cuma sadiki, angkot lebe banya blum tu oto pribadi, mo taru dimana le tu oto? so abis tu jalang.”
Investasi infrastruktur untuk Perkembangan Transportasi darat mesti di pikirkan dari skarang (walaupun terlambat), seperti Subway, MRT, DLL …
Mahal ??? So PAsti, tapi jangan melihat dari waktu sekarang, lihat ke depan, kalo tidak ingin menjadi serupa dengan Jakarta “Kota paling macet dan Bau Kencing di Dunia”
konsep ekowisata yang bagaimana yg coba diterapkan pemkot manado kalu pembangunannya saja tidak ramah lingkungan..? jangan menambah masalah baru di kota manado dengan menjual konsep2 yg tidak realistis..