Bitung – Rencana Pemkot Bitung untuk melakukan pengurangan Tenaga Harian Lepas (THL) menimbulkaan pro dan kontra. Pasalnya, sejumlah kalangan menilai, jika dinilai dari segi kinerja THL lebih baik dibandingkan para PNS.
Bahkan ada yang menilai, THL lebih patuh dan disiplin dalam bekerja jika dibandingkan dengan ribuan PNS Kota Bitung. “Kebijakan penguragan THL di jajaran Pemkot Bitung harus dikaji lebih matang, karena kami menilai THL lebih baik kinerjanya jika dibandingkan PNS yang tiap hari hanya duduk-duduk di kantor,” kata Ketua GMNI cabang Kota Bitung, Edwin Tumurang, Sabtu (26/5).
Tumurang sendiri berharap, Pemkot Bitung benar-benar objektif jika memang harus melakukan pengurangan. Jangan lebih mengutamakan THL yang kebetulan dekat dengan pejabat dan mengorbankan THL yang lebih berprestasi dan memiliki kinerja tinggi.
“Ini yang harus diwaspadai, karena dari informasi, sebagian besar THL yang ada di jajaran Pemkot Bitung memiliki faktor kedekatan dengan pejabat,” kata Tumurang.
Lebih lanjut ia meminta agar Pemkot Bitung tidak hanya mengorbankan THL sebagai alasan membebani APBD dan APBN. Namun ribuan PNS yang ada di Kota Bitung harus juga dikaji kinerjanya, jangan sampai ada yang hanya tau terima gaji tanpa melakukan apa-apa di kantor.
“Harusnya PNS juga dikaji, karena saat ini ada yang hanya datang mengisi absen kemudian duduk sambil mengobrol menunggu jam pulang kantor. Kemudian tiap bulan rutin menerima gaji, sedangkan THL harus menjalankan tugas yang harusnya dikerjakan para PNS,” katanya.(EN)

hahahaha
(REVISI)
dan tidak sedikit PNS yang berkualitas dan kapabel plus akuntabel, TAPI di TIDAK didayagunakan oleh manajemen pemerintah terkait (cth : banyak lho, PNS strata pendidikan S2 dan S3 tapi karena personal thinking en getting oleh pimpinan2 maka dorang tu PNS berbobot tapi PASIF jobdesk akhirnya hanya sekedar cuma absensi dan stor muka datang dan pulang) what happen getu lho…?
dan tidak sedikit pula pekerjaan utama (jobdesk) dari PNS dikerjakan full oleh THL.
pembinaan on stug.
dan tidak sedikit PNS yang berkualitas dan kapabel plus akuntabel, TAPI di dayagunakan oleh manajemen pemerintah terkait (cth : banyak lho, PNS strata pendidikan S2 dan S3 tapi karena personal thinking en getting oleh pimpinan2 maka dorang tu PNS berbobot tapi PASIF jobdesk akhirnya hanya sekedar cuma absensi dan stor muka datang dan pulang) what happen getu lho…?
dan tidak sedikit pula pekerjaan utama (jobdesk) dari PNS dikerjakan full oleh THL.
pembinaan on stug.
klu memberatkan anggaran pangkas saja,tapi harus benar2 netral jgn krn punya pejabat trs d pertahankan.tp biasanya thl lbh patuh krn thl ini tako dapa pecat,beda dgn pns biar kabal mar aman.hahaa,kaji kembali.wlw bgmnpun para thl ikut andil membangun btg.
memangkas THL untuk mengurangi beban APBD & APBN merupakan salah satu langkah baik Pemkot Bitung yg perlu didukung oleh semua pihak, tapi alangkah baiknya PNS yg makan gaji buta setiap bulannyapun di pangkas, dan keseimbangan volume kerja, skill & intelligence dengan upah yang diberikan setiap bulan untuk seorang PNS harus ada. THL ada karena adanya PNS kerabat, dan PNS suap yg tidak berkompeten sesuai bidang tugas! mereka para THL yg berkompenten itulah yg telah berkontribusi membangun bangsa ini dari pada PNS penyedot ABPD & APBN yg tidak punya andil membangun bangsa ini.