Dari sisi peluang ekonomi, Sachrul juga mengungkapkan bahwa tahun 2017 lalu, Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan untuk membahas eksport-import ekonomi antara negara Philipina dan Indonesia dengan cara rool on roll of, General santos/Davao menuju Bitung yang juga adalah gerbang pasifik, dan masuk Alki (Arus Laut kepulauan Indonesia 3), namun terhambat karena adanya birokrasi yang berbelit-belit, hingga pembicaraan itu gagal.
Menurut Sachrul, hal ini yang harus diperbaiki lagi, terutama dari sisi aturan, regulasi serta birokrasi.
Tak hanya itu, dirinya juga menyinggung soal persaingan bahan kualitas ekspor yang belum bisa bersaing secara internasional dan ini jelas menjadi kendala bagi Indonesia.
(***/Andry Mohama)
