Bolmong Raya

Ketua Pusat Studi ASEAN Unsrat Michael Mamentu Puji Wawasan Bupati Boltim Sachrul Mamonto

Ketua Pusat Studi ASEAN Unsrat Michael Mamentu Puji Wawasan Bupati Boltim Sachrul Mamonto
Bupati Bolaang Mongondow (Boltim) Sam Sachrul Mamonto yang turut menjadi narasumber dalam seminar yang membahas isu internasional serta peluang dan tantangan Indonesia saat menjadi ketua negara-negara ASEAN

BOLTIM, BeritaManado.com — Wawasan Bupati Bolaang Mongondow (Boltim) Sam Sachrul Mamonto yang turut menjadi narasumber dalam seminar yang membahas isu internasional serta peluang dan tantangan Indonesia saat menjadi ketua negara-negara ASEAN menuai apresiasi dan pujian.

Ketua Pusat Studi ASEAN Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Michael Mamentu mengungkapkan rasa bangganya kepada Bupati Boltim yang tidak lain adalah salah satu muridnya.

Menurut Mamentu, tidak semua kepala daerah memiliki kemampuan dalam dalam membahas isu-isu internasional.

Kata Mamentu, dengan diundangnya Sachrul sebagai narasumber, menandakan bahwa yang bersangkutan memiliki wawasan luas dan sangat paham dengan isu-isu internasional, terutama peran negara-negara ASEAN serta peluang dan tantangan.

“Ini adalah ajang untuk menguji intelektual para narasumber terutama Bupati Boltim, karena yang menjadi peserta dan penanya adalah rata-rata para dosen yang bergelar doktor, tapi belia mampu menjelaskan dengan cara yang sangat memuaskan,” ungkapnya.

Senada, Doktor Femmy Tulusan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap mantan muridnya di pasca sarjana tersebut.

“Tentu dengan hadirnya Bupati ini merupakan kebanggaan kami dosen-dosen di Unsrat, sebab beliau adalah mahasiswa kami,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, seminar dengan tema pengembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah, serta kemampuan dan kebutuhan daerah perbatasan Sulut dalam menghadapinya tersebut, digagas oleh Unsrat dan digelar di Aula Fisip Unsrat Manado.

Kegiatan tersebut adalah yang pertama kalinya digelar Unsrat dengan melibatkan kepala daerah sebagai narasumber.

Bupati Boltim Sachrul Mamonto, satu-satunya kepala daerah yang diundang sebagai narasumber dalam seminar dengan tema Prospek Kekuatan Indonesia di ASEAN tahun 2023.

Selain Sachrul, narasumber lain yang turut hadir diantaranya, Dino Pati Djalal selaku Directur of Foregin Policy Community of Indonesia, Edy Prasetyo selaku Direktur Eksekutif ASEAN Study Center-Universitas Indonesia dan Franky Rengkung selaku Dosen tetap pada Program Studi Ilmu Politik FISIP Unsrat.

Untuk diketahui, Dino Pati Djalal sendiri merupakan mantan wakil mentri, kemudian menjabat sebagai Duta besar (Dubes) Indonesia berkuasa penuh di Amerika dan juga menjadi juru bicara presiden di masa SBY.

Ada beberapa hal menarik yang mengemuka dalam seminar.

Dimana, Sachrul dengan lugas mengupas tentang peluang dan tantangan indonesia saat menjadi ketua ASEAN.

Sachrul menilai, bahwa Indonesia menjadi Ketua ASEAN saat dunia sedang mengalami ketidakstabilan.

Salah satu contoh perang antara Rusia dan Ukraina yang secara langsung berpengaruh terhadap ekonomi dunia, ketegangan di Tiongkok serta kudeta militer di Myanmar.

Ditambah lagi dengan persoalan maha berat di tahun 2023 sampai 2024, Indonesia akan mengelar pemilihan umum (Pemilu) secara serentak.

“Ini menjadi pekerjaan yang berat, tapi indonesia tetap harus mampu menunjukan kemampuannya sebagai negara yang mampu memfasilitasi semua negara-negara anggota Asean serta Indonesia menunjukan sikap netral dan tidak boleh terlibat blok tertentu di negara-negara Asean,” ujarnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara